Kronologi Penembakan Polisi di Depan Gedung KPK

by
September 11th, 2013 at 9:07 am

Jakarta (CiriCara.com) – Kasus penembakan polisi kembali terjadi, Selasa (10/9/2013) malam WIB. Anggota Provost Kepolisian Air Udara Mabes Polri, Bripka Sukardi tewas ditembak orang tak dikenal saat melintas di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

penembakan misterius,

Ilustrasi Penembakan Polisi – Ist

Menurut salah satu saksi mata, terdengar tiga kali tembakan saat peristiwa itu terjadi. Bripka Sukardi diketahui tengah mengawal sejumlah truk pengangkut pasir untuk membangun gedung di Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Berikut kronologi penembakan Bripka Sukardi berdasarkan rekaman kamera keamanan (CCTV), seperti dikutip dari Metrotvnews.com:

- Selasa (10/9/2013), sekitar pukul 22.15 WIB, Bripka Sukardi terlihat melintas dengan menggunakan sepeda motor Honda Supra 125 R warna hitam bergaris merah dengan nomor polisi B 6671 TXL.

- Posisi Bripka Sukardi ada di depan rombongan enam kontainer pengangkut baja dan besi. Mereka melaju di jalur lambat (arah ke Mampang) dekat depan pintu masuk Kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan.

- Tiba-tiba ada sebuah motor bebek Supra (dikendarai satu orang) melaju dari samping kanan rombongan tersebut dan berhenti di depan Kantor KPK. Pengendara tersebut mengenakan baju merah.

- Dari arah belakang, datang dua sepeda motor (satu berboncengan, satu sendirian) dan langsung menyalip rombongan kontainer tersebut. Setelah menyalip, pengendara yang berboncengan kemudian menembak Bripka Sukardi.

- Bripka Sukardi langsung terjatuh dengan posisi terlentang, namun masih bernapas. Terlihat kucuran darah keluar dari tengah dada dan perut Bripka Sukardi. Rombongan kontainer berhenti, namun tidak berani turun.

- Pengendara motor yang pertama (berbaju merah) terlihat menghampiri Bripka Sukardi yang sudah terjatuh. Pengendara tersebut kembali menembak Bripka Sukardi dari jarak dekat hingga tewas. Pistol milik Bripka Sukardi juga terlihat dirampas oleh pengendara itu.

- Tak lama, datang seorang perempuan yang mengendarai motor Mio warna merah. Dia kemudian berhenti dan berteriak ke satpam KPK. “Polisi. Polisi ketembak,” kata perempuan tersebut sambil menunjuk ke arah Bripka Sukardi.

- Sejumlah satpam KPK pun langsung menghampiri Bripka Sukardi. Mereka juga sempat meminta agar pengendara perempuan tersebut mengejar pelaku, “kejar…kejar!”

- Karena panik, perempuan tersebut pun langsung pergi dengan sepeda motornya. Pihak polisi baru datang ke lokasi setelah diberitahu pihak satpam KPK.

Hingga saat ini, motif dari aksi penembakan tersebut masih belum diketahui. Sementara itu di lokasi kejadian, pihak penyidik berhasil menemukan tiga buah selongsong peluru yang diduga digunakan untuk menembak Bripka Sukardi.

(YG)

Comment di sini