Menperin: Pakai Premium, Mobil LCGC 2 Tahun Rusak

by
September 12th, 2013 at 2:29 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Seiring dengan peluncuran mobil murah ramah lingkungan/low cost green car (LCGC) Toyota Agya dan Daihatsu Ayla, Menteri Perindustrian (Menperin) kembali mengingatkan bahwa mobil LCGC itu dilarang mengkonsumsi bahan bakar bersubsidi atau premium.

Toyota Mobil LCGC

Toyota Agya – Ist

Menurut Menperin M.S Hidayat, peraturan pelarangan mengkonsumsi premium untuk mobil LCGC akan segera disahkan. Saat ini, pihak Menperin masih melakukan pembicaraan lebih lanjut mengenai peraturan tersebut.

“Mobil (LCGC) itu nanti akan diwajibkan pakai non subsidi,” kata Hidayat di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, seperti dikutip dari Merdeka.com, Kamis (12/9/2013).

Pelarangan memakai premium itu bukan hanya untuk menghemat anggaran negara tapi, menurut Hidayat, hal itu juga bertujuan untuk menjaga kondisi mesin mobil LCGC. Pasalnya, mobil murah ramah lingkungan itu akan cepat rusak jika mengkonsumsi premium.

“Sebagai mobil baru kalau kamu pakai premium dua tahun juga rusak,” ujar Hidayat.

Baca juga: Daftar Harga Toyota Agya dan Daihatsu Ayla Semua Tipe.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi juga mengungkapkan bahwa mobil LCGC harus memakai bahan bakar ber-oktan 92 ke atas. Pasalnya, spesifikasi mesin mobil LCGC tidak cocok mengkonsumsi premium.

“Spesifikasi mesin standar untuk konsumsi bensin RON 92 (Pertamax),” kata Budi. Meski menggunakan Pertamax, lanjut Budi, mobil LCGC diklaim tetap hemat BBM.

Direktur Pemasaran Toyota Astra Mobil (TAM) Rachmat Samulo juga mengklaim bahwa mobil Toyota Agya sangat hemat BBM. “Di laboratorium konsumsi BBM Agya mencapai 21 km/liter,” ujarnya pada hari peluncuran Toyota Agya, beberapa waktu lalu.

(YG)

Comment di sini