Anggaran Belanja Pegawai Negeri Naik Rp 43,5 Triliun

by
September 16th, 2013 at 11:45 am

Jakarta (CiriCara.com) – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menilai pemerintah telah salah langkah dalam menetapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014. Fitra pun menganggap pembagian RAPBN 2014 tidak seimbang.

pegawai negeri sipil

PNS – Ist

Koordinator Advokasi Seknas Fitra, Maulana menjelaskan bahwa APBN 2014 lebih banyak digunakan untuk kepentingan birokrasi, seperti belanja pegawai (perekrutan CPNS). Padahal, belanja modal dinilai akan lebih menguntungkan untuk ekonomi Indonesia.

Menurut Maulana, belanja modal yang dilakukan pemerintah Indonesia hanya meningkat Rp 13 triliun atau naik 7 persen menjadi Rp 205,8 triliun. Sementara itu, anggaran belanja pegawai malah meningkat tajam hingga menjadi Rp 276,6 triliun atau naik Rp 43,5 triliun.

“Berarti anggaran belanja pegawai naik tiga kali lipat dibanding peningkatan belanja modal. Ini tidak seimbang,” kata Maulana dalam konferensi persnya di Jakarta, seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (16/5/2013).

Seperti yang dijelaskan di buku Nota Keuangan RAPBN 2014, anggaran belanja pegawai Rp 276,6 triliun itu dialokasikan untuk gaji dan tunjangan pegawai negara, honorarium, vakasi, lembur, dan anggaran kontribusi sosial.

Anggara untuk gaji dan tunjangan direncanakan Rp 120 triliun atau 43,4% dari total belanja pegawai. Untuk honorarium, vakasi, lembur, dll, direncanakan Rp 66,1 triliun atau 23,9% dari total anggaran belanja pegawai. Untuk kontribusi sosial dialokasikan sebesar Rp 90,5 triliun.

Maulana menilai, pemerintah telah melakukan langkah yang tidak tepat karena meningkatkan anggaran belanja pegawai. Pasalnya, hal itu justru akan memicu peningkatan inflasi di Indonesia. “Dengan kondisi Indonesia yang sedang krisis kok malah belanja pegawai,” kata Maulana.

Dengan meningkatnya anggaran belanja pegawai, Maulana khawatir APBN 2014 tidak akan mampu menyelamatkan ekonomi Indonesia dari krisis. Pasalnya, saat ini inflasi sedang dalam kondisi tinggi karena gejolak makanan maupun ada kenaikan harga barang komoditas lain.

Seperti diketahui, peningkatan anggaran belanja pegawai itu juga berkaitan dengan adanya perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Untuk tahun ini, pemerintah berencana untuk merekrut sebanyak 60.000 pegawai baru.

(YG)

Comment di sini