Dul Bisa Berikan Tabungan Pribadi ke Korban

by
September 16th, 2013 at 9:53 am

Jakarta (CiriCara.com) – Selaku penabrak yang menyebabkan kecelakaan maut pada hari Minggu, 8 September 2013 lalu, Abdul Qodir Jaelani atau Dul memang bisa dikenai hukuman atas perbuatannya itu.

Abdul Qodir Jaelani, anak Ahmad Dhani

Abdul Qodir Jaelani / Okezone

Namun hukuman terhadap Dul bisa dibatalkan karena usianya yang masih 13 tahun. Akibatnya, kedua orangtua Dul, Ahmad Dhani dan Maia Estianty harus diperiksa polisi terkait kasus ini.

Dilansir dari Liputan6.com, menurut Seto Mulyadi selaku pemerhati anak, hukuman penjara yang bisa dijatuhkan kepada anak sebaiknya ditunda karena ada cara lain yang bisa ditempuh untuk menghukum Dul.

“Karena begini, efek jera pada anak nggak harus dengan dia di sidang atau dipenjara. Penjara bukan tempat yang baik untuk anak. Memang seharusnya bisa direstorasi,” kata Kak Seto, Jumat, 13 September 2013 kepada sumber berita.

Kak Seto sendiri sudah ditunjuk menjadi saksi ahli dalam kecelakaan maut yang melibatkan Dul pada hari Minggu, 8 September 2013 lalu.

Menurut Kak Seto, Dul sebenarnya bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan cara memberi pendidikan layak kepada anak-anak korban. Anak Ahmad Dhani itu bisa menyisihkan tabungannya untuk membantu meringankan kehidupan para anak korban.

Dengan cara itu, Dul diharapkan bisa bertanggungjawab dan tahu bahwa ia telah melakukan kesalahan. Langkah tersebut diambil agar  anak berumur 13 tahun itu merasa jera.

Sampai sekarang, Ahmad Dhani belum mengerti kenapa Dul bisa mengemudikan sendiri mobilnya hingga akhirnya mengalami kecelakaan pada hari Minggu dini hari, 8 September 2013. Dhani pun baru tahu bahwa Dul bisa mengendalikan mobil setelah kecelakaan tersebut terjadi.

Dul mengalami kecelakaan saat ia mengemudikan mobilnya, Mitsubishi Lancer Evolution berplat B 80 SAL dengan kecepatan diduga mencapai 105,8 km/jam pada hari Minggu, 8 September 2013 dini hari usai mengantar kekasihnya, Fajrina Khairiza pulang. Mobil Dul menabrak pembatas tol dan menabrak Daihatsu Gran Max dan Toyota Avanza dari arah berlawanan.

Dul sudah ditetapkan menjadi tersangka dan terancam dikenai Pasal 310 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). (RN)

Comment di sini