Ahok: Buruh Lama-lama Ancam Mau Ngebom Jakarta

by
September 23rd, 2013 at 2:32 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku heran dengan ancaman buruh outsourcing PLN yang berencana mematikan listrik seluruh Jakarta. Ahok menilai, ancaman tersebut hanya akan merugikan masyarakat banyak.

ahok jakarta

Basuki Tjahaja Purnam (Ahok) – Tempo.co

“Anda (buruh) kan bisa menyampaikan baik-baik melalui petisi atau demo, bukan mengancam (akan mematikan listrik),” ujar Ahok di Balaikota Jakarta, seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (23/9/2013).

Ahok mengaku bingung dengan sikap buruh yang belakangan ini suka mengancam pemerintah. Padahal menurutnya, pemerintah tentu akan mendengarkan tuntutan buruh tanpa harus ada aksi anarkis dan mengancam.

“Lama-lama kalau itu nggak berhasil, Anda (buruh) mengancam mau ngebom Jakarta,” kata Ahok yang merupakan wakil dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi.

Menurut Ahok, ancaman buruh outsourcing PLN mematikan listrik DKI Jakarta hanya akan merugikan banyak masyarakat. Karena semua warga DKI Jakarta sangat membutuhkan aliran listrik untuk menjalani aktivitasnya masing-masing.

Ahok pun meminta agar para buruh outsourcing PLN lebih memikirkan kepentingan orang banyak dibanding kepentingan golongannya sendiri. “Jangan sampai mengorbankan rakyat yang lebih banyak,” jelasnya.

Ahok mengerti bahwa permasalahan outsourcing buruh PLN itu merupakan tanggung jawab Menteri Negara BUMN, Direktur Utama PLN, dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Namun, Ahok mengaku akan tetap mengawasi permasalahan tersebut karena menyangkut kenyamanan warga Jakarta.

Seperti diketahui, buruh outsourcing PLN berencana untuk melakukan aksi mogok masal dengan memadamkan aliran listrik di Jakarta. Target utama pemadaman ini adalah gedung-gedung pemerintah seperti, Istana Negara, Gedung DPR/MPR, Balaikota, dan kantor kementerian.

Para buruh menilai bahwa pihak PLN telah melanggar Undang-Undang 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pasalnya, ada buruh yang masih jadi pegawai outsourcing meski sudah bekerja selama puluhan tahun.

Hingga saat ini tim panitia kerja (panja) yang dibentuk oleh DPR dan BUMN masih belum menemukan solusi. Mereka masih belum memberikan keputusan mengenai nasib buruh outsourcing di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

(YG)

Comment di sini