Pemuda dan Karakteristik yang Dimilikinya

by
September 27th, 2013 at 11:35 am

CiriCara.com - Perkembangan jaman dan teknologi sudah tidak bisa dihindari. Fenomena global yang saat ini melanda dunia benar-benar membuat semua orang harus waspada akan maraknya pergaulan bebas di dunia luar yang makin meraja lela.

Pemuda Indonesia

Pemuda Indonesia / Ist.

Keadaan ini sangat terlihat nyata dan terasa dengan semakin banyaknya kaum muda, remaja maupun anak-anak yang terlibat dengan perilaku amoral.

Di media-media massa saat ini bisa dilihat bahwa tidak sedikit anak dibawah umur harus merasakan jeruji besi, terlibat kerusuhan, narkoba, dan seks bebas. Betapa buruknya bangsa ini bila hal ini dibiarkan. Tentunya banyak faktor yang membuat para pemuda harus terlibat dengan pergaulan bebas, terutama lingkungan.

Pemuda merupakan tambang bagi kemajuan suatu bangsa. Peran kaum muda dalam menghadapi permasalah bangsa saat ini tergantung dari lingkungan dan pendidikan rohani yang didapatkannya. Berikut adalah alasan kenapa masa muda dianggap sebagai masa penentu baik buruknya suatu bangsa.

1. Masa paling kritis

Kenapa masa muda disebut sebagai masa paling kritis? Hal ini karena di masa-masa inilah seseorang lebih banyak mengalami perubahan baik fisik maupun rohani, dan di masa inilah, kekuatan dan kemampuan mereka mampu mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Diibaratkan mereka seperti meteor yang melaju cepat, yang cahayanya mampu membuat seseorang takjub dan waktunya sekejap.

Seperti itulah kaum muda, masa muda merupakan masa paling singkat, energi kaum muda adalah kekuatan yang luar biasa dibandingkan anak-anak atau orang dewasa, mereka memiliki pola pikir yang lebih cemerlang, daya tangkapnya lebih cepat dan memiliki daya lebih tinggi.

Baca jugaCiriCara: Cara Memahami Pemikiran Anak Remaja

Masa muda yang merupakan masa paling kritis ini perlu diberi asupan gizi yang bisa mendukungnya ke arah yang benar yaitu pendidikan rohani. Pendidikan rohani akan membantu mereka dalam menentukan pilihan, benar atau salah, baik atau buruk.

2. Masa pembentukan jati diri

Masa muda adalah masa peralihan dari anak-anak, remaja yang kemudian masa muda. Di masa anak-anak, seseorang hanya mengetahui bahwa semua yang ia lakukan adalah benar dan menyenangkan. Ketika remaja, dia mulai merasa memiliki hak untuk bicara, mulai belajar mengidentifikasi masalah dan cenderung mengikuti perilaku orang dewasa.

Pada masa ini seorang anak harus mendapat perhatian khusus sebelum akhirnya menempuh masa muda. Di masa muda, seseorang akan cenderung merasa lebih berkuasa dan lebih dari semuanya karena kemampuan yang dimilikinya, mulai merasa punya hak lebih dan merasa bisa melakukan apa saja. Setelah pencarian jati diri di masa remaja, di masa muda mereka sudah mulai membentuk jati diri.

Mahasiswa Indonesia

Mahasiswa Indonesia / Tempo

Pergaulan di masa remaja juga merupakan pengaruh jati diri seseorang di masa muda. Orang dewasa, terutama orang tua harus lebih jeli dan hati-hati dalam mendidik seorang anak ketika mereka menginjak masa remaja, karena bila salah mendidik maka akan mempengaruhi jati diri anak tersebut ketika di masa muda. Jati diri yang terbentuk dimasa muda adalah buah dari masa remaja. Jadi mereka perlu diberi pendekatan ke arah positif dan lebih peka kepada lingkungan sosial masyarakat agar jati diri yang membentuk mereka bisa memberi manfaat bagi masyarakat.

3. Masa penuh gejolak

Kata orang masa muda adalah masa paling menyenangkan. Mungkin benar, tapi kenyataan di lapangan tidak sedikit juga kaum muda yang menghabiskan waktunya dengan sia-sia dan bahkan depresi hingga masuk ke rumah sakit jiwa. Sungguh memprihatinkan bukan?

Masa muda adalah masa dimana seseorang mulai pembentukan jati diri seperti disebutkan di atas, ketika masa itu mereka memiliki berbagai problema yang mungkin baru mereka alami. Rasa tanggungjawab dan memiliki hak, hal itu membuat mereka merasa bahwa mereka bisa memilih jalan mereka sendiri tanpa orang dewasa. Mereka mulai belajar menghadapi masalah dengan kemampuan dirinya sendiri. Karena itulah di masa ini, mereka perlu yang namanya teman dekat atau sahabat.

Baca jugaCiriCara: Ciri-ciri Sahabat yang Baik

Keberadaan sahabat inilah yang bisa membantu gejolak yang dihadapinya. Sesungguhnya kaum muda tidak bisa berdiri sendiri dengan masalah yang ada. Bila dia seorang yang penyendiri maka orangtua harus melakukan pendekatan kepada anak dan lebih perhatikan terhadap setiap perilaku anak. Gejolak yang mereka hadapi mungkin masalah kecil bagi orang dewasa tapi bisa jadi berat buat mereka.

4. Masa-masa sensitif

Pada awal masa muda, mereka jauh lebih sensitif dari sebelumnya. Tingkat analisa dan kekritisannya pada suatu masalah meningkat. Dia akan banyak menuntut dengan hal-hal yang dianggapnya benar atau salah. Kesensitifan ini perlu diwaspadai, karena masa pembentukan jati diri dan banyaknya gejolak yang dihadapi bila tidak ada bimbingan rohani, mereka bisa terjebak di dunia sosial yang dapat merusak jiwa mereka. Apalagi saat ini, kaum muda lebih cenderung ke arah-arah negatif untuk memecahkan masalahnya atau hanya sekedar menenangkan pikiran.

Masa sensitif ini harus dimanfaatkan dengan benar. Arahkan mereka untuk mengikuti kegiatan-kegiatan sosial dan bergabung dengan anak-anak muda yang bergerak pada hal-hal positif. Apabila kaum muda bisa memahami posisinya sebagai ujung tombak bangsa, maka mungkin bagi mereka untuk bekerja lebih keras lagi demi kemakmuran bersama dan mengabdikan dirinya bagi bangsa.

5. Masa puncak kehidupan

Masa muda diibaratkan seperti musim semi. Musim semi merupakan musim yang membawa kebahagiaan, musim dimana bunga-bunga bermekaran, cuaca yang hangat, pepohonan tumbuh segar, dan merupakan musim terbaik diantara musim-musim lainnya. Seperti itulah keberadaan kaum muda. Dan alasan kenapa masa muda adalah masa puncak, kembali lagi, hal ini karena kekuatan dan kecerdasan pikirnya yang lebih dari masa-masa lainnya dalam siklus kehidupan kehidupan. Di masa puncak atau masa muda, mereka akan lebih aktif dan banyak mengeluarkan tenaganya.

Sekarang, setelah mengetahu hal-hal di atas, maka kita semua tahu bahwa peran kaum muda sangatlah penting. Keberadaan mereka yang vital dan mudah terpengaruh oleh keadaan sekitar perlu diberikan suatu pendidikan yang meningkatkan moral dan rohani. Sejak dini mereka perlu diberi pengertian akan pentingnya peran mereka bagi masa depan bangsa. Kaum mudalah yang akhirnya mewarisi bangsa ini, di tangan merekalah akan dibawa kemana nasib bangsa ini.

iin_

Comment di sini