Wisata Indo: Pesona Puncak Telomoyo, Magelang

by
September 30th, 2013 at 1:50 pm

CiriCara.comMagelang adalah kota dengan suasana alam natural yang asri, lembut, dan sejuk. Bentangan sejumlah gunung atau pegunungan di kota ini menyisakan balutan keindahan yang tak pernah habis bila dituangkan dalam pena.

puncak telomoyoSebut saja Gunung Merapi, merupakan salah satu gunung paling aktif di dunia yang hampir setiap 2 – 5 tahun sekali mengalami erupsi padahal disekelilingnya merupakanpemukiman padat penduduk dengan jarak terdekat dari puncak yaitu 4 km. Tidak salah, kalau nama “Merapi” masuk dalam 16 Gunung Api Dunia dalam Proyek Dekade menurut Cascades Volcano Observatory, Vancouver, Washington dalam website resminya.

Selain Gunung Merapi, jajaran gunung dengan pesona yang indah yang ditawarkan di kota “gethuk” ini antara lain Gunung Sumbing, Sindoro, Merbabu, Tidar, Andong, Telomoyo dan pegunungan Menoreh.

Di sebelah utara, tepatnya di perbatasan Kabupaten Magelang dengan Kabupaten Semarang terdapat Gunung Telomoyo. Puncak Telomoyo adalah salah satu puncak gunung yang paling mudah untuk diakses masyarakat yang tidak mempunyai keahlian khusus untuk mendaki gunung. Selain itu Gunung Telomoyo adalah salah satu opsi wisata Gunung dengan tingkat kesulitan rendah di Magelang.

Gunung yang memiliki ketinggian ketinggian 1.894 m dpl ini, biasanya diakses oleh pendaki atau wisatawan melalui Secang – Grabag - Telomoyo Magelang. Keindahan gunung berbentuk kerucut ini dapat dinikmati dari sekitar Kota Salatiga, Ambarawa, Kabupaten Semarang dan Magelang tentunya.

Pendakian gunung Telomoyo dapat dilakukan dengan jalan kaki ataupun kendaraan roda dua. Suasana hangat menyelinap ketika pendakian mulai menemui jalan yang berkelok, ditemani dengan terik matahari yang mulai menyeimbang langkah. Pendakian memang sebaiknya dilakukan pada pagi hingga siang hari untuk menghindari kabut tebal yang biasanya turun selepas pukul 14.00.

Di awal pendakian, kita akan dimanjakan dengan pemandangan air terjun kecil dengan susunan bebatuan yang rapi dan unik, tidak sedikit wisatawan yang rela menghentikan langkahnya untuk beristirahat atau sekedar mengambil foto ditempat unik tersebut.

Di sebelah kiri membentang pemandangan Kota Magelang yang elok dipandang mata dari lereng Telomoyo. Biasanya wisatawan disarankan untuk membawa bekal yang cukup dari bawah karena pendakian dengan jalan kaki akan memakan waktu kurang lebih 2 jam dan 1 jam untuk wisatawan yang menempuh pendakian dengan kendaraan bermotor roda dua.

Selain jalan yang berkelok dan menanjak, tantangan terberat wisatawan yang membawa kendaraan bermotor adalah jalan berlubang yang cukup banyak ditemui disepanjang pendakian dan potensi terpeleset karena medan yang cukup licin apabila wisatawan berkunjung di musim penghujan.

Meskipun perjalanan cukup melelahkan tapi kebanyakan wisatawan tetap menikmati pendakian, karena disepanjang perjalanan kita akan disuguhi panorama rimbunnya pohon pinus yang masih nampak asri dengan sistem penanaman yang rapi serta di sisi sebelah kanan pemandangan Gunung Sumbing dengan keindahan terasering dikaki gunungnya membuat kita terbawa ke suasana penuh keteduhan.puncak telomoyo

Selain itu, dibeberapa sudut lereng pada perjalanan ke puncak Telomoyo kita bisa melihat beberapa titik pemberangkatan flying fox yang biasa dimanfaatkan para pecinta alam untuk melakukan olahraga adrenalinnya ini pada musim kemarau atau saat cuaca di lereng Telomoyo cukup cerah dan tidak berkabut.

Sampai pada tengah pendakian Gunung Telomoyo, hawa dingin akan lebih kental terasa di tubuh. Namun hal tersebut akan terbayar dengan panorama indah Kota Salatiga dan Ambarawa ditemani dengan “kaca benggala” besar yang berada ditengahnya, ya… itu adalah Rawa Pening.

Dari sisi sebelah kanan mulai kita bisa mengeksplorasi pandangan jauh ke bawah dengan teropong atau lensa kamera untuk mengabadikannya. Untuk pecinta wisata alam, memang tidak akan rugi melakukan pendakian sederhana ke puncak gunung berapi yang belum pernah meletus ini.

Telomoyo yang diapit oleh Gunung Ungaran, Andong, Sumbing, dan Merbabu ini merupakan gunung bentukan akibat erosi dari Gunung Suropati yang runtuh sejak jaman dahulu, sehingga pesona Gunung Telomoyo dari kejauhan memang membentuk cekungan U dan membuat banyak ketertarikan wisatawan untuk melakukan  pendakian. Sampai puncak pendakian Telomoyo, semua rasa penat dan lelah selama pendakian akan hilang seketika karena ujung pandangan kita akan dipuaskan dengan pesona keindahan yang sempurna disekeliling puncak.

Ditemani cantiknya bunga edelweis saat mekar, kita akan dimajakan suasana penuh kesejukan dengan view Gunung Ungaran yang terlihat jelas, Gunung Andong yang terasa amat dekat dengan puncak, Sumbing dengan terasering indahnya, Rawa Pening dengan kebun enceng gondok ditengahnya yang amat luas, serta pemandangan Kota Magelang, Ambarawa, Salatiga, dan sekitarnya yang terlihat menghijau.

Selain itu, beberapa perusahaan radio dan provider telekomunikasi memanfaatkan pucak Telomoyo untuk mendirikan menara penerus sinyal. Keserasian suasana dan pemandangan natural yang eksotis akan membawa rasa damai dan tenang para wisatawan atau pendaki Telomoyo, sehingga liburan mereka ke Magelang tidak akan menjadi hal yang sia-sia.

Penduduk di sekitar Gunung Telomoyo berharap, wisata Gunung Telomoyo ini lebih dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang atau dinas terkait. Selain memang memiliki nilai wisata yang berkualitas, dengan dikembangkannya pengelolaan obyek wisata ini warga disekitar Telomoyo bisa menambah penghasilan mereka dengan membuka usaha atau berdagang disekitar tempat wisata.

Sejauh ini, mereka hanya meraup hasil dari jasa penjagaan atau parkir kendaraan roda dua dan empat yang ingin melakukan pendakian serta kamar mandi umum. Biaya tiket masuk pendakian Telomoyo yang seharga Rp. 5.000 tetap disetorkan kepada perangkat desa atau pengelola yang kemudian akan disalurkan ke Pemerintah sesuai prosedurnya.

Comment di sini