Ngirit Rp 1,1 Juta, Lion Air Biarkan AC di Kabin Mati

by
October 1st, 2013 at 11:21 am

Manado (CiriCara.com) – Penumpang pewasat Lion Air JT775 rute Manado-Jakarta membuka paksa pintu darurat pesawat tersebut karena pendingin udara (AC) di kabin tidak berfungsi. Akhirnya, pesawat Lion Air tersebut pun gagal berangkat dari Bandara Manado.

maskapai lion air

Pesawat Lion Air – VIVAnews

Menurut Manajer Bandara Samra Tulangi, Manado, Haslin Panggabean, pihaknya sudah memberikan peringatan kepada pihak Lion Air mengenai kondisi AC di pesawat tersebut. Namun, peringatan tersebut tidak digubris.

“Mereka (Lion Air) lalai tidak melakukan charging pendingin ruangan pesawat,” jelas Panggabean seperti dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (1/10/2013).

Permintaan untuk mencharging AC sebenarnya sudah disampaikan oleh teknisi engine Lion Air ke bagian keuangan Lion Air. Namun demi alasan mengirit biaya, permintaan charging AC itu pun akhirnya ditolak.

Panggabean pun menyayangkan sikap Lion Air yang tidak mau memperhatikan kenyamanan para penumpangnya. Padahal, menurut Panggabean, biaya untuk melakukan charging AC itu hanya sekitar Rp 1,1 juta.

“Masa hanya gara-gara mau mengirit Rp 1,1 juta, maskapai (Lion Air) harus menanggung kerugian yang besar,” sesal Panggabean. Baca Juga: Kejanggalan Kecelakaan Lion Air di Bali.

Panggabean juga menyayangkan pihak Lion Air yang tidak mau menyediakan mobil charging AC di Bandara Manado. Padahal, keberadaan pendingin udara itu sangat penting untuk kenyamanan para penumpang maskapai itu sendiri.

Seperti yang diberitakan pada Senin, (30/9/2013) kemarin, seorang penumpang membuka paksa pintu darurat pesawat Lion Air karena merasa kepanasan. Sejumlah penumpang lainnya pun mengaku sempat mengalami sesak napas karena udara di dalam pesawat terlalu panas.

Akibat aksi tersebut, pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK LFM itu pun akhirnya gagal berangkat. Pihak otoritas bandara melarang penerbangan pesawat tersebut sebelum pintu darurat yang dibuka paksa itu diperbaiki.

(YG)

Comment di sini