Misteri Bangunan Menyerupai “Sphynx” di Sekitar Borobudur

by
October 7th, 2013 at 10:45 am

CiriCara.com - “Blusukan” dan bercengkerama dengan alam di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang memang hal yang mengasyikkan.

Gereja di Bukit Rhema, Borobudur

Gereja di Bukit Rhema / Ist.

Udara sekitar yang masih natural, kontur desa yang masih berbukit-bukit membuat banyak wisatawan dari dalam maupun luar negeri jatuh cinta untuk menyambangi daerah dimana Candi Borobudur yang merupukan keajaiban dunia ini berdiri.

Banyak perbukitan yang masih asri dan menawarkan pemandangan alam yang luar biasa, bahkan ada pula puncak bukit yang sudah menjadi obyek wisata dengan menawarkan pemandangan alam Candi Borobudur dan Kabupaten Magelang saat “sunrise”.

Namun kali ini kami berniat untuk menelusuri salah satu bukit yang kurang lebih berjarak lima kilometer dari Candi Borobudur yang menurut kabar warga sekitar ada bangunan besar berbentuk Merpati dan berdiri megah di atas bukit yang bernama Rhema. Bukit tersebut berada di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Untuk sampai puncak, kami harus menitipkan kendaraan bermotor di salah satu rumah warga, pada saat itu kami menitipkannya di rumah Ketua RT karena jalan menuju puncak merupakan tata rambat dengan kemiringan 60 derajat dan hanya bisa didaki dengan berjalan kaki atau motor “trail” yang tangguh. Setelah kami melakukan pendakian sekitar 15 menit sampailah kami pada dataran yang sudah tidak ada tanjakan lagi, inilah dia puncak Bukit Rhema.

Yang mengejutkan adalah dihadapan kami ada bangunan besar yang berdiri dengan megah. Awalnya kami belum melihat berbentuk seperti apakah bangunan ini, namun ketika kami berusaha mendekat, sebentuk bangunan mewah berbentuk ayam bercat putih gagah berdiri di puncak.

Ada beberapa warga yang menyebut bangunan ini berbentuk ayam, merpati bahkan angsa, karena di bagian depan ada bentuk kepala unggas yang lebih menyerupai ayam, dan pada bagian belakang ada ornamen bangunan seperti sayap unggas. Jika dilihat dari atas, bangunan sepanjang kurang lebih 70 meter ini menyerupai bangunan “sphynx” yang dikelilingi perbukitan yang masih asri dan menghijau.

Menelusuri kedalam bangunan tersebut, kami menganggap pembangunan bangunan ini memang belum selesai, terbukti dari beberapa bagian pintu, tangga dan ruangan yang masih terbengkalai. Bangunan ini terdiri dari dua lantai. Dimana di lantai bawah banyak kami temukan ruangan-ruangan kecil tanpa pintu dan jendela, ruangan-ruangan ini seperti tempat untuk bermeditasi.

Bangunan mirip "Sphynx" di Borobudur ini ternyata gereja

Bangunan mirip “Sphynx” di Borobudur ini ternyata gereja / Ist.

Naik ke lantai atas, kami menemukan seperti aula besar dengan ornamen dinding berlubang yang bisa difungsikan sebagai jendela, sirkulasi udara dan juga sumber cahaya dari luar. Dari lubang-lubang dinding tersebut, kami bisa melihat pemandangan bukit Menoreh yang mempesona. Megahnya bangunan ini, ternyata kini sudah tercoreng dengan beberapa coretan-coretan didinding oleh oknum yang tidak bertanggung jawab serta ada beberapa pemuda yang menggunakan bangunan ini untuk berbuat hal-hal negatif.

Menurut keterangan dari warga Dusun Gombong, bangunan ini dulu didirikan sekitar tahun 1994 oleh seorang umat Nasrani. Awalnya bangunan ini akan digunakan sebagai Gereja, namun pembangunannya terhenti dikarenakan pada 1997 Indonesia dilanda krisis moneter dan masalah perizinan. Bangunan yang sudah 80 persen selesai ini dulu sempat difungsikan beberapa kali untuk kegiatan keagamaan. Jamaah keagamaan yang datang pun menurut penuturan warga tidak hanya dari Kecamatan Borobudur, bahkan hingga luar kota.

Terbengkalainya pembangunan gereja di Bukit Rhema ini sayangnya dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk corat-coret dinding, pacaran, maupun kegiatan-kegiatan negatif lainnya.

Comment di sini