Dugaan Korupsi Dinasti Ratu Atut

by
October 9th, 2013 at 10:03 am

Banten (CiriCara.com) – KPK telah menangkap adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan terkait kasus suap Akil Mochtar. KPK juga mencekal Atut agar tidak bisa pergi ke luar negeri. Benarkah Atut korupsi?

gubernur banten atut

Ratu Atut Chosiyah – Ist

Ditangkapnya Wawan, membuat dugaan korupsi dinasti politik Atut di Pemerintahan Banten kembali mencuat. Sejumlah pihak bahkan mendesak KPK untuk segera memeriksa Atut terkait penangkapan Wawan.

Seperti diketahui, sejumlah pihak memang sudah lama mencurigai Atut dengan sejumlah dugaan kasus korupsi. Atut dinilai telah melakukan sejumlah penyelewengan dana pemerintah yang seharusnya digunakan untuk rakyat Banten.

Baca juga: Rincian Kekayaan Ratu Atut.

Berikut beberapa dugaan kasus korupsi yang dilakukan Ratu Atut Chosiyah, seperti dikutip dari Merdeka.com:

1. Penyelewengan dana APBD

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah diduga telah melakukan penyelewengan dana APBD Banten khusus untuk dana hibah dan bantuan sosial tahun 2011. Terkait dugaan tersebut, Indonesia Corruption Watch (ICW) pun melaporkan Atut ke KPK.

Menurut Peneliti ICW Abdullah Dahlan, dana hibah itu sejumlah Rp 340 miliar dan untuk dana bantuan sosial sebesar Rp 51 miliar. Diduga dana tersebut ada yang dikorupsi.

2. Terima suap PNS

Menurut salah satu warga Banten, nama Wawan sudah tidak asing di kalangan pegawai negeri sipil (PNS) di Pemprov Banten ataupun Tangerang Selatan. Pasalnya, adik Atut itu diketahui menjadi calo PNS.

“Kalau mau jadi PNS ya bayar ke dia (Wawan),” kata warga yang tidak mau disebutkan namanya. Menurutnya, tidak ada warga yang berani melaporkan Wawan.

3. Rumah dinas Gubernur Banten

Direktur Investigasi Dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi menemukan sejumlah kejanggalan mengenai lelang proyek rumah dinas Gubernur Banten. Lelang yang dimenangkan oleh GANS dengan penawaran sebesar Rp 1.937.000.000 itu dinilai terlalu mahal.

Menurut Uchok, padahal pada saat lelang itu ada pihak yang menawar dengan harga yang lebih murah. “CV. Bara Cipta Nusapala yang penawarannya lebih rendah dan murah malah dikalahkan,” katanya.

Hingga saat ini, KPK masih belum melakukan pemeriksaan terhadap Ratu Atut. Dugaan-dugaan korupsi yang ditujukan kepada dinasti Ratu Atut itu juga masih belum terbukti.

(YG)