Candi Gambar Wetan, Potensi Wisata Blitar yang Tersembunyi

by
October 14th, 2013 at 4:18 pm

CiriCara.com - Apabila Anda pertama mendengar nama Blitar, pasti sedikit banyak orang akan mengasosiasikannya dengan Makam Bung Karno sebagai objek wisata utama.

Candi Gambar Wetan di Blitar

Candi Gambar Wetan di Blitar / Ist.

Hal ini tidaklah sepenuhnya salah, dikarenakan pada kenyataanya Makam Bung Karno adalah magnet wisata utama di Kota Blitar, dimana hampir setiap harinya terutama pada hari-hari besar dan Haul (hari peringatan kematian) Bung Karno, kawasan ini selalu tidak pernah sepi dari pengunjung baik dari kota-kota terdekat bahkan hingga luar pulau dan mancanegara untuk berziarah ke makam Sang Proklamator ini.

Namun selain Makam Proklamator, kota yang berjarak sekitar 150 kilometer sebelah barat daya Surabaya ini sebenarnya menyimpan banyak potensi wisata baik sejarah maupun alam yang masih alami dan jarang dipublikasikan akibat minimnya promosi pariwisata yang dilakukan stakeholder setempat.

Berbicara tentang potensi wisata Blitar tentunya disini tidak hanya mencakup Kota Blitar tetapi juga Kabupaten Blitar yang memiliki banyak potensi wisata yang masih belum dikembangkan secara optimal.

Kabupaten Blitar yang terdiri atas 22 kecamatan dan berbatasan dengan Kabupaten Malang di sebelah timur dan utara, Kabupaten Kediri di sebelah utara-barat dan juga Kabupaten Tulungagung di sebelah barat, memiliki bentang alam yang cukup unik karena baik di sebelah utara ataupun selatan sama-sama memiliki kontur dataran tinggi yang menyajikan pemandangan asri nan hijau sepanjang mata memandang.

Dari sekian banyaknya potensi objek wisata yang dimiliki Kabupaten Blitar, yang paling menonjol sebenarnya adalah potensi wisata sejarah budaya yang selama ini masih kurang diperhitungkan.

Sebagai daerah peninggalan era keemasan kerajaan Hindu di Jawa Timur , Kabupaten Blitar memiliki warisan bangunan cagar budaya berupa candi-candi dengan jumlah terbesar untuk skala propinsi Jawa Timur. Selain Candi Penataran sebagai candi yang terbesar dan paling dikenal sehingga. Kini candi itu mulai dikenal dunia lewat pagelaran Purnama Seruling Penataran yang digelar setiap malam bulan purnama dan mengundang seniman mancanegara, beberapa candi lainnya juga menawarkan pilihan alternatif objek wisata bagi Anda yang menginginkan pengalaman baru dalam menikmati liburan.

Baca jugaCara Mendapatkan Liburan Hemat dan Menyenangkan

Namun dikarenakan masih minimnya publikasi dan promosi wisata dari pemerintah daerah setempat, banyak diantara candi-candi tersebut yang tetap tersembunyi dari keramaian kampanye wisata baik lokal maupun internasional.

Salah satu candi yang menjadi lokasi favorit saya untuk berlibur sekaligus berpetualang adalah Candi Gambar Wetan yang terletak sekitar 15 kilometer dari utara pusat Kota Blitar. Candi yang secara administratif masih terletak satu kecamatan dengan Candi Penataran ini memiliki keunikan yang tidak dimiliki candi itu sebagai ikon wisata utama Kabupaten Blitar dan juga candi-candi lain pada umumnya di daerah ini.

Keunikan tersebut adalah letaknya yang tersembunyi di tengah-tengah hutan dan perkebunan cengkeh afdeling Gambar Anyar, dan berada di daerah dataran tinggi utara yang berdekatan dengan lereng Gunung Kelud. Karena letaknya yang cukup tersembunyi inilah, masih banyak masyarakat Blitar sendiri yang mungkin belum mengetahui keberadaan candi yang eksotis ini.

Untuk mencapai lokasi Candi Gambar Wetan, satu-satunya moda transportasi yang paling memungkinkan adalah kendaraan pribadi berupa sepeda motor. Hal ini dikarenakan rute yang dilalui untuk mencapai lokasi cukup menantang dan masih terpencil. Namun pertama-tama untuk mencapai kota Blitar, Anda dapat berkendara selama satu setengah jam dari kota Malang atau sekitar empat jam langsung dari Surabaya dengan menggunakan mobil pribadi atau transportasi umum.

Perjalanan menuju lokasi dapat dimulai dari kawasan Makam Bung Karno sebagai acuan awal. Dari kawasan tersebut, kira-kira hanya sekitar 12 kilometer ke arah utara, memasuki Kecamatan Nglegok. Rute menuju Candi Gambar Wetan melewati gerbang pos retribusi wisata kawasan Candi Penataran, namun bedanya jika Anda ingin langsung ke Candi Gambar Wetan tidak perlu melewati pos retribusi Candi Penataran melainkan hanya berbelok mengikuti petunjuk di sebuah papan nama yang menunjukkan arah lokasi ke Candi Gambar Wetan.

Sepanjang perjalanan menuju Candi Gambar Wetan, Anda akan dimanjakan oleh pemandangan hamparan sawah yang masih asri di kiri-kanan jalan, juga pemandangan latarbelakang Gunung Kelud dan Gunung Kawi yang terlihat berdekatan di kejauhan pada musim kemarau yang cerah.

Namun ketika hendak memasuki pintu masuk Perkebunan Gambar Anyar sebagai kawasan yang menaungi Candi Gambar Wetan, Anda harus ekstra hati-hati ketika melewati aliran sungai kecil yang mengalir dari sabo dam (bendungan kecil yang membagi arus lahar Kelud) baik pada musim kemarau ataupun musim hujan. Kewaspadaan Anda dalam berkendara juga perlu diperhatikan ketika telah memasuki kawasan Perkebunan dimana sebelum memasuki perkebunan tanaman cengkeh, terlebih dahulu Anda harus melewati kawasan perkebunan tebu yang dikelola oleh perusahaan yang sama.

Baca juga5 Tempat Wisata Ekstrem di Indonesia

Melewati jalan berpasir dan berdebu cukup tebal, sebaiknya masker dan kaca mata hitam adalah pelengkap berkendara yang wajib Anda kenakan di perjalanan ini. Memang pada awalnya rasanya perjalanan jauh melewati tanah berpasir campur kerikil-kerikil besar dan debu pegununungan dengan kontur medan yang menanjak sepertinya tidak akan sebanding dengan apa yang akan ditemukan, namun tidak halnya dengan beberapa tamu baik dari luar kota ataupun luar negeri yang pernah saya antarkan menuju tempat ini.

Persis ibarat peribahasa ‘berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian’, memang sangat layak untuk menggambarkan perjuangan menuju candi Gambar Wetan yang cukup melelahkan. Namun rasa lelah dan segala tanda tanya akan terbayarkan begitu sampai di lokasi candi yang ditandai dengan sebuah pohon besar beserta arca Mbah Budho besar yang terletak di bawah anak tangga menuju lokasi puing-puing candi.

Di sisi halaman candi terdapat bunga-bunga mawar yang beberapa diantaranya mulai merekah, juga di pelataran halaman candi bagian atas. Apabila kita menaiki semua anak tangga, akan terlihat pemandangan area perkebunan dan sebagian lereng Kelud dari ketinggian sekitar 1000m dpl.

Candi Gambar Wetan / Ist

Candi Gambar Wetan / Ist

Terlebih apabila menyaksikannya dari menara gardu pandang perkebunan yang berjarak hanya sekitar setengah kilometer dari lokasi candi, kita akan mendapati pemandangan yang lebih menakjubkan. Sejauh mata memandang hanya terlihat hamparan hijau pohon cengkeh dan perbukitan lereng Kelud yang terlihat begitu dekat dari menara pandang. Dari lokasi ini Anda dapat menikmati segarnya udara dataran tinggi dan pemandangan desa-desa di sekitarnya dari ketinggian.

Candi Gambar Wetan memang tidaklah selengkap dan sebesar Candi Penataran namun dikarenakan lokasinya yang tersembunyi dan masih memiliki pemandangan alami menyebabkannya mulai banyak dilirik pengunjung sebagai lokasi berlibur alternatif bagi yang menyukai wisata sejarah sekaligus petualangan.

Jika Anda telah merasa puas untuk beristirahat sejenak sambil menikmati pemandangan di sekitar Candi Gambar Anyar, Anda dapat mencari penginapan dengan home stay di sekitar perkebunan atau menginap di hotel terdekat di Kota Blitar yang menawarkan penginapan dengan harga bervariasi.

Penginapan yang berada di sekitar kawasan perkebunan merupakan home stay yang dikelola swadaya oleh warga di sekitar perkebunan Gambar Anyar dan menawarkan keramahan dan pelayanan khas pedesaan di dataran tinggi. Sebagai gambaran, untuk satu kamar berukuran sedang dengan kipas angin dan kapasitas dua orang hanya dikenakan tarif Rp 175 ribu sudah termasuk makan 3x dan snack. Cukup terjangkau dan berkualitas bukan?

Pada akhirnya, berwisata ke Blitar pada umumnya dan Candi Gambar Wetan pada khususnya memang memberikan banyak tantangan sekaligus petualangan yang berbeda dari objek wisata sejarah lainnya. Diperlukan keberanian dan ketekunan bagi para penjelajah baru yang ingin mencoba mengenal sepotong keindahan alam dari Blitar utara, yang di masa penjajahan Inggris dan Belanda pernah mendapat julukan “Swiss van Java”.

Ibarat mutiara yang masih tersembunyi dalam kubangan pasir, Blitar menyimpan banyak ‘harta terpendam’ diantara keindahan alamnya yang masih asri namun masih belum banyak dipublikasikan baik untuk wisatawan lokal maupun internasional.

Comment di sini