KPI Dikabarkan Sering “Memeras” Olga Syahputra?

by
October 17th, 2013 at 9:10 am

Jakarta (CiriCara.com)Olga Syahputra sedang bermasalah lantaran terjerat kasus pencemaran nama baik dokter kencatikan Kartika Putri yang bernama Febby Karina pada Mei 2013 lalu.

Olga Syahputra

Olga Syahputra / Ist.

Olga pun sudah ditetapkan menjadi tersangka atas kasus tersebut. Ia kini sedang menjalani proses hukum namun tertunda karena ia berkali-kali telah jatuh sakit.

Selama ini Olga memang termasuk salah satu selenbritis yang sering mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). KPI banyak mencatat pelanggaran yang dilakukan oleh Olga dalam beberapa program komedi.

Namun di balik pelanggaran itu, kabarnya Olga sering dimintai sejumlah uang oleh KPI. Kabar ini dibenarkan sendiri oleh pelawak  senior, Indro “Warkop”. Bagaimana tanggapan FPI terhadap kabar ini?

Menanggapi kabar tersebut, tentu saja pihak KPI sangat tegas membantah. Ia menegaskan bahwa KPI tidak pernah sama sekali meminta dana kepada Olga atau memerasnya

“Tidak pernah. Saya tegaskan, itu tidak benar sama sekali (Olga) kami mintai dana,” tegas Agatha Lily, Komisioner KPI Pusat, kepada wartawan, Rabu 16 Oktober 2013 seperti dikutip oleh TabloidBintang.com.

KPI menduga bahwa pemerasan itu dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab yang sengaja memanfaatkan nama KPI.

Olga dituding telah mencemarkan nama dokter Febby dalam acara Pesbukers di sebuah stasiun televisi swasta pada Mei 2013 lalu.

Dokter yang bernama Febby Karina berada di lokasi syuting acara tersebut karena harus melakukan perawatan terhadap Kartika Putri. Dokter itu harus menahan malu karena tiba-tiba diseret oleh Olga ke atas panggung.

Dalam acara langsung itu, Olga berseloroh bahwa dokter tersebut adalah penyebab perceraian seorang pegawai ANTV. Dokter yang merasa tidak bersalah tersebut menjadi kesal dan akhirnya melapor ke polisi.

Banyak yang mengatakan bahwa selama ini Olga memang sering kelewatan jika bercanda. Kasus dengan dokter kecantikan dari Kartika Putri tersebut dianggap sebagai puncak dari perilaku Olga di depan media yang sering kelewat batas. (RN)

Comment di sini