Mendagri Anggap FPI Sebagai Aset Bangsa

by
October 25th, 2013 at 10:28 am

Jakarta (CiriCara.com) – Imbauan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi agar kepala daerah bisa bekerja sama dengan organisasi masyarakat (ormas) seperti Front Pembela Islam (FPI) mulai mendapat kritik. Pasalnya, FPI dikenal sebagai ormas anarkis.

gamawan fauzi

Mendagri Gamawan Fauzi – Ist

Menanggapi hal itu, Gamawan menjelaskan bahwa FPI tetap mempunyai sisi positif. Dia mencontohkan FPI yang ikut membantu korban tsunami di Aceh tahun 2004 silam. Bahkan menurut Gamawan FPI adalah salah satu aset bangsa.

“Ya, karena selama ini kita posisikan seperti itu (ormas anarkis). Kalau kita rangkul, kita ajak kerja sama, dia (FPI) kan aset bangsa juga. Kalau kesalahan ya salah. Tapi kan yang baiknya, ada juga,” kata Gamawan, seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (25/10/2013).

Baca juga: Bentrokan FPI vs Warga Lamongan.

Gamawan menjelaskan bahwa pemerintah memang sudah seharusnya bekerja sama dengan ormas dan juga media demi kepentingan bangsa. Dengan demikian, pemerintah, ormas, maupun media tidak akan saling menjatuhkan.

“Selama ini kan seolah-olah ini pihak yang mengkritik dan ini yang dikritik. Kalau bersama-sama itu tidak ada lagi,” ujar Gamawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, kemarin.

Imbauan Gamawan agar kepala daerah bekerja sama dengan FPI itu juga dikritik Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Nurul Arifin. Menurut Nurul, imbauan Gamawan itu layak untuk dipertanyakan.

“Kenapa harus FPI, apa nggak ada yang lain untuk mengawasi? Saya akan pertanyakan lebih lanjut pada Mendagri (Gamawan),” kata Nurul yang merupakan politisi Partai Golkar di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis kemarin.

Baca juga: Ketua Umum FPI Didukung Jadi Presiden.

Selain politisi, warga juga ada yang ikut berkomentar mengenai imbauan kerja sama dengan FPI. Menurutnya masyarakat Indonesia itu tidak anti ormas, namun mereka anti terhadap ormas yang anarkis apalagi sampai membawa nama agama.

(YG)

Comment di sini