Tiru Goyang Caesar, Siswa SD Joget Sambil Buka Resleting

by
October 28th, 2013 at 10:18 am

Lampung (CiriCara.com) – Hebohnya goyang Caesar di televisi ternyata membuat banyak orang jadi ingin menirunya, termasuk para siswa di SD Negeri, Kemiling, Bandarlampung. Parahnya, para siswa SD itu bergoyang sambil membuka resleting celananya di depan murid perempuan.

bocah sd

Ilustrasi siswa SD – Ist

Sejumlah orangtua siswi yang bersekolah di SD tersebut mengaku kaget saat mendengar cerita anaknya tentang perilaku teman lelaki di kelasnya. Pasalnya para siswa itu membuka resleting saat mempraktikan joget Caesar.

“Ibu, teman saya buka resleting pas bilang ‘buka titik jos’,” kata Ipah (31 tahun, bukan nama sebenarnya), saat menirukan perkataan anaknya, seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (28/10/2013).

Baca juga: Video Siswi SMA Lecehkan Gerakan Salat.

Menurut Ipah, perilaku siswa SD tersebut membuat anaknya dan juga murid perempuan lainnya merasa risih dan malu. “Anak saya juga bercerita teman-teman perempuannya menjerit sambil menutup mata,” tuturnya.

Gara-gara perilaku temannya itu, kata Ipah, anaknya sempat bertanya-tanya makna dari kata “buka titik jos”. Meski sempat dibuat bingung oleh pertanyaan itu, Ipah pun tidak kekurangan akal untuk menjawab pertanyaan itu.

“Maksudnya, kalimat itu, buka celana untuk disuntik sama dokter,” kata Ipah, mengulangi perkataannya saat menjawab pertanyaan dari anaknya.

Akibat kejadian itu, sejumlah orangtua mengaku khawatir dengan perilaku anaknya. Beberapa di antaranya bahkan memilih untuk ikut mengawasi anaknya saat masih berada di sekolah. Mereka tidak ingin anaknya melakukan hal yang negatif.

“Saya jadi tidak berani meninggalkan anak saat belajar, khawatir dia akan mempraktikan dengan teman lawan jenisnya,” kata Nuraini (39), orangtua siswa di salah satu sekolah dasar negeri di Bandarlampung, seperti dikutip dari Kompas.com.

Selain meningkatkan pengawasan terhadap anak, Nuraini juga berharap agar pemerintah lebih ketat lagi dalam membatasi tayangan-tayangan di televisi. Tujuannya agar anak-anak Indonesia tidak terjerumus ke hal yang negatif.

(YG)

Comment di sini