Buruh: Pemerintah Jakarta Hanya Pikirkan Topeng Monyet

by
October 31st, 2013 at 11:40 am

Jakarta (CiriCara.com) – Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Transportasi Perjuangan Indonesia (SBTPI) mulai melakukan aksi unjuk rasa menuntut kenaikan upah minimum provinsi (UMP). Mereka menganggap pemerintah tidak peduli terhadap nasib buruh.

demo buruh 2013

Demo Buruh KSPI/FSPMI – Merdeka.com

Dalam orasinya, massa SBTPI menyindir Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang lebih peduli terhadap topeng monyet dibanding buruh. Menurut mereka, pemerintah sama sekali tidak memikirkan nasib buruh.

“Pemerintah Jakarta hanya pikirkan topeng monyet, mereka kan cari duit tak diatur-atur kayak kita bekerja,” kata salah satu orator demo di depan Pos 9 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, seperti dikutip dari Liputan6.com, Kamis (31/10/2013).

Baca juga: Demokrat Sindir Jokowi “Pengepul” Topeng Monyet.

Para buruh yang bekerja di pelabuhan itu mengaku sudah melakukan perundingan dengan pihak perwakilan perusahaan dan pemerintah. Namun, tuntutan mereka untuk mendapatkan kenaikan gaji ternyata tidak dikabulkan.

“Malah dibilang buruh kok neko-neko,” teriak orator tersebut.

Orator itu juga menyebutkan bahwa buruh kecewa dengan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut mereka, Presiden SBY tidak peduli dengan buruh meski sudah mengetahui gaji mereka masih berada di bawah UMP.

“(Gaji) sangat kecil, sekitar Rp 1,2 juta, Presiden SBY hanya bilang ‘oh’,” lanjut orator. Baca juga: Tuntut UMP Rp 3,7 Juta, Ini Rincian Kebutuhan Buruh.

Lebih lanjut, buruh pun membenarkan bahwa masih banyak perusahaan yang membayar gaji di bawah UMP. “Yang sesuai UMP hanya sebagian. Lebih banyak yang di bawah UMP,” ujar Munir, salah seorang buruh yang bekerja di pelabuhan.

Dalam aksi unjuk rasa kali ini, buruh DKI Jakarta menuntut kenaikan UMP tahun 2014 menjadi Rp 3,7 juta per bulan. Mereka juga mendesak Gubernur DKI Jakarta Jokowi untuk segera mengesahkan UMP tersebut.

(YG)

Comment di sini