Kemunduran Moralitas Anak-anak Sekolah Kini

by
November 4th, 2013 at 4:19 pm

CiriCara.com – Rasanya kita tak bosan-bosannya disuguhi berita-berita yang menyesakkan dada mengenai perilaku anak-anak sekolah masa kini, apalagi lagi kalo bukan kenakalan remaja yang kian hari makin merajalela bahkan sepertinya sulit untuk dikendalikan. Sebenarnya apa sih yang memicu hal ini terjadi?

Anak jaman sekarang dekat dengan teknologi

Anak zaman sekarang dekat dengan teknologi / Ist.

Dan mengapa hal ini terjadi begitu derasnya seolah-olah tak terbendung sehingga hampir menimpa di semua kalangan anak-anak sekolah bahkan untuk sekolah-sekolah bonafit sekalipun.Tak heran rasanya, bila fenomena ini disebutnya Bencana Moralitas Anak-Anak Didik Indonesia.

Data dan fakta semakin hari semakin mencengangkan saja bukan saja terjadi di perkotaan besar namun juga terjadi di daerah-daerah.

Derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi menjadi pendorong anak-anak lainnya ikut-ikutan berperilaku menyimpang seperti itu. Apalagi jiwa anak-anak masih labih dan sangat mudah dipenagruhi hal-hal negatif. Terkadang perilaku tak senonoh itu malah dicontoh anak lainnya dimana hanya untuk memenuhi keingintahuan akan rasa penasarannya.

Baca jugaDuh! Di Bima Ada 10 Siswi SD Kepergok Pesta Miras

Akibatnya angka korban aborsi yang meninggal pun semakin tinggi dari tahun ke tahun. Bagaimana nasib mereka ke depannya baik bagi pribadi mereka sendiri juga bagi keselamatan bangsa secara keseluruhan?

Sebaiknya kita analis dulu apa yang sebenarnya menjadi akar masalahnya sehingga kemunduran moralitas ini bisa terjadi? Anak sebagai individu yang sedang berkembang baik fisik maupun psikologinya sangatlah ditentukan oleh pengaruh baik dalam maupun luar selain bentuk karakterisasi yang sudah ada sebagai wujud jadi dirinya.

Jati diri inilah yang sangat kuat melekat pada diri sang anak. Bertambahanya waktu, diiringi dengan perubahan kejiwaan anak serta pengaruh luar, sedikit demi sedikit menjadi pemicu perubahan pada kejiwaan sang anak. tentulah sangat bijak.

Bila kita mampu menerapkan pola win win solution dimana efeknya sangat ampuh untuk mengendalikan dan mengontrol perkembangan terlebih lagi kemunduran mental mereka.

Kecenderungan destructive ini harus kita cermati sebagai bahaya laten yang suatu saat akan menimpa dan merusak pola pikir serta arahan pemikiran anak-anak didik yang notabene sebagai calon generasi penerus bangsa nantinya. Bukan hal yang mudah atau dianggap sepele, bila hal ini dibiarkan tanpa adanya sistem pengendalian dari semua pihak yang terkait.

Baca jugaRatusan Siswa SD di Riau Positif Narkoba

Pertama adalah lingkungan keluarga. Keluarga sebagai inti suatu masyarakat yang akan membangun suatu kesatuan masyarakat bernegera sebagai cikal bakal lahirnya individu-individu yang berpotensial. Anak lahir dengan segala potensinya, dan peranan orang tualah yang akan membentuk karakter si anak nantinya.

Saat ini dengan berbagai kondisi yang sarat dengan berbagai pergolakan serta arus informasi yang kencang, setidaknya dapat membuat instabilisasi karakter sang anak. Saatnya orang tua masa kini, lebih berperan aktif untuk senantiasa membimbing dan mengarahkan sang anak ke hal-hal yang positif. jangan ragu untuk memberi contoh-contoh tentang akibat dari pergaulan bebas serta pendidikan seks usia dini dengan metode yang dapat dipahami mereka.

Kedua, gunakan bahasa mereka agar kita mudah memasuki dunia mereka sehingga dengan mudah mengontrol mereka. Sudah bukan zamannya lagi mengunakan sistem kekerasan yang berakibat sang anak mudah putus asa yang berakhir pada perbuatan-perbuatan mengerikan seperti bunuh diri.

Anak sekolah jaman sekarang harus mendapat pengawalan ketat

Anak sekolah zaman sekarang harus mendapat pengawalan ketat / Ist.

Luangkan waktu sesibuk apapun anda serta berbaurlah dengan lingkungan dimana anak-anak kita bergaul, sehingga kita bisa mengetahui sejauh mana perkembangan dan tingkat pergaulan anak kita. Jangan segan untuk sekedar makan bareng bersama teman-temannya atau mendengarkan curhatan mereka agar mereka tidak salah kaprah dalam mempercayai teman-teman yang menjadi teman berbaginya.

Ketiga, pengaruh teknologi yang semakin canggih telah berpengaruh pada pola pikir anak yang maunya serba instant dan menyerap arus informasi tanpa batas. Seringlah temani anak menonton acara sambil dibimbing. Jangan berikan anak fasilitas yang bisa membuat anak kecanduan, termasuk handphone dengan segala kemudahan fiturnya serta fasilitas internet yang bisa mengakses berbagai situs porno.

Bila sang anak ingin menggunakan internet, diarahkan hanya untuk belajar sambil sesekali dilihat untuk membarier anak dari situs-situs berbahaya. Begitu pula dengan pengunakan fasilitas lainnya seperti: DVD Player dan Playstation yang memudahkan sang anak mengkonsumsi film-film serta game-game beradegan porno serta kekerasan.

Keempat, sistem sekolah yang harus memperbanyak kegiatan ekstrakulikulernya termasuk kegiatan olah raga, keagaaman serta kegiatan sosial lainnya. Kegiatan-kegiatan ini bisa memfasilitasi keinginan anak untuk mengembangkan kemampuan serta bakat yang mereka miliki seperti mengaji, melukis, menyanyi, dll.

Baiknya pihak sekolah mengadakan acara yang menarik seperti lomba menulis cerpen, lomba menyanyi, pertandingan olahraga dengan hadiah menarik berupa beasiswa, studytour,dll. Tentunya hal ini sangat ditentukan oleh kebijakan dari sekolah masing-masing.

Kelima, penerapan hukuman yang tegas bagi anak-anak yang melanggar peraturan terutama mereka yang berperilaku seks bebas. Hukumannya harus lebih membuat efek jera bagi anak-anak lainnya. Selain hukuman secara akademis, juga skors dan rehabilitasi bagi anak-anak yang telah terlanjur berbuat.

Rehabilitasi disini lebih pada pengarahan mental serta jiwa sang anak, berbeda dengan metoda rehabilitasi untuk penyalahgunaan Narkoba dan Zat Aditif lainnya. Penggemblengan ini diharapkan bisa membuka wawasan serta mindset sang anak (dengan bantuan Psikiater untuk mencuci otak mereka dari ketergantungan seks bebas).

Anak Indonesia harus berprestasi /

Anak Indonesia harus berprestasi / Indonesia Berprestasi

Keenam, disinilah peran serta pihak-pihak terkait seperti dari Kepolisian dan Staff Medical yang sesekali harus memberi pengarahan tentang bahayanya pergaulan bebas dikalangan remanja seperti tindakan kriminal aborsi, kangker serviks, penyebaran penyakit ganas (HIV), dll.

Baca juga: CiriCara: Ciri-ciri Anak Muda Indonesia Zaman Sekarang

Diharapkan pihak-pihak terkait ini lebih bisa memberikan sumbangsihnya untuk membina generasi muda yang masih labil dan mudah terpengaruh. Forum terbuka ini bisa lebih membuka wawasan anak-anak dengan keinginan tahuannya yang besar serta diberikannya informasi yang benar baik dari secara Hukum Negara juga dari segi bidang kesehatan.

Mari bahu membahu untuk menyelamatkan generasi muda kita. Orang tua dan pemerintah sudah saatnya lebih konsern terhadap penyelamatan generasi muda yang tengah menghadapi bencana moralitas yang semakin mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan serta perilaku para anak didik kita. Bila kita berupaya melakukan pencegahan, bukan hal yang mustahil mereka bisa kita kontrol dan terselamatkan.

Comment di sini