Brimob Penembak Satpam Biasa Minta Jatah Buat Mabuk

by
November 6th, 2013 at 1:57 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Briptu W, oknum Brimob Polri Kelapa Dua yang menembak Bachrudin, seorang satpam di Kompleks Seribu Ruko, Cengkareng, Jakarta Barat disebut sering mendatangi ruko tersebut. Pasalnya, Briptu W dikenal menguasai kawasan itu.

penembakan satpam bahrudin

Polisi olah TKP penembakan Bachrudin – Yahoo

Lorent, salah satu rekan Bachrudin mengatakan bahwa satpam-satpam di Kompleks Seribu Ruko sudah paham dengan kelakuan Briptu W. Selain meminta agar semua satpam hormat kepadanya, Briptu W juga sering meminta jatah untuk mabuk.

“Dia sudah sering kemari. Biasanya minta jatah untuk mabuk. Padahal, dia ke sini ya sudah dalam keadaan mabuk,” kata Lorent di lokasi kejadian, seperti dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (6/11/2013).

Lebih lanjut, Lorent mengatakan bahwa Briptu W sudah lama bertingkah seperti jagoan di komplek tersebut. “Security harus hormat saat dia lewat. Kalau tidak, dia pasti akan marah,” tutur Lorent.

Mengenai insiden penembakan Bachrudin, Lorent menjelaskan bahwa rekannya itu merupakan petugas baru. Bachrudin diduga belum tahu kelakuan Briptu W sehingga berani melawan saat disuruh hormat.

Baca juga: Tidak Hormat, Satpam Ditembak Brimob.

Bachrudin memang sempat ditegur oleh Briptu W kenapa tidak hormat. Namun saat disuruh untuk push up, Bachrudin menolaknya karena merasa tidak salah. Karena kesal, Briptu W pun kemudian menembak Bachrudin pada dada sebelah kiri dari jarak setengah meter.

Bachrudin langsung terjatuh dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, Briptu W diketahui kabur dengan menggunakan sepeda motornya. Jenazah Bachrudin dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk diotopsi.

Saat ini, Briptu W sudah menyerahkan diri ke polisi. Satu buah senjata api revolver kaliber 38 yang digunakan untuk menembak Bachrudin juga sudah diamankan polisi.

(YG)

Comment di sini