Buruh: UMP Jakarta Tidak Cukup Buat Beli Pulsa

by
November 13th, 2013 at 11:32 am

Jakarta (CiriCara.com) – Para buruh yang tergabung dalam Forum Buruh DKI Jakarta mengaku akan kembali melakukan aksi mogok kerja secara besar-besaran. Rencananya, buruh akan menggelar aksi mogok pada 21 November 2013 mendatang.

demo buruh 2013

Demo buruh – Suara Jakarta

“Forum Buruh DKI akan melakukan mogok (kerja) lagi pada minggu ke-3 November, itu tepatnya tanggal 21 November,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal di Jakarta, Rabu (13/11/2013).

Iqbal menjelaskan bahwa Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta Rp 2,4 juta yang sudah ditetapkan Gubernur DKI Jakarta Jokowi masih belum sesuai. Menurut Iqbal, angka tersebut masih di bawah Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang mencapai Rp 2,767 juta.

“Ini unfair, karena upah minimum 2014 tetapi memakai KHL 2013. Itu alasan buruh tetap ngotot akan tuntutannya,” tegas Iqbal.

Iqbal menjelaskan, dengan gaji Rp 2,4 juta buruh hanya bisa mengumpulkan Rp 300 ribu per bulannya. Iqbal pun merinci jumlah pengeluaran buruh setiap bulannya. Untuk membayar sewa rumah Rp 600 ribu per bulan, biaya transportasi Rp 500 ribu per bulan, biaya makan Rp 33 ribu per hari atau sekitar Rp 990 ribu per bulan.

“(Rp 300 ribu) untuk hidup di Jakarta itu kurang, bagaimana untuk jajan anaknya, biaya sekolah, untuk beli pulsa. Ini tidak rasional,” ujar Iqbal, seperti dikutip dari Liputan6.

Untuk menyampaikan tuntutannya, para buruh akan terus melakukan aksi mogok kerja. Mereka mendesak Jokowi untuk segera merubah keputusannya terkait penetapan UMP tahun 2014 di DKI Jakarta. 

Baca juga: Buruh Sebut Jokowi Gubernur Monyet.

“(Mogok kerja) masiih tetap menjadi strategi perjuangan buruh untuk mendapatkan UMP layak dan bukan UMP murah,” tegas Iqbal yang mengklaim bahwa aksi buruh itu akan berjalan dengan tertib tanpa melanggar Undang-Undang.

(YG)

Comment di sini