Presiden SBY Disadap Australia, Pemerintah RI Resah

by
November 23rd, 2013 at 12:06 pm

cellphone sby disadap australia

Jakarta,CiriCara.com -Insiden penyadapan Intelijen Australia terhadap Ibu Ani Yudhoyono membuat Pemerintah gerah. Belum lagi RI 1, Susilo Bambang Yudhoyono juga menyayangkan tindakan sadap ilegal intelijen Australia tersebut. Beliau heran serta melontarkan pertanyaan “Mengapa yang disadap kawan bukan lawan?” ujar Presiden saat jumpa pers di Kantor Presiden di Jakarta, Rabu (20/11/2013). Penyadapan ini disinyalir sebagai alat politik menuju PilPres 2014 nanti. Beberapa pihak menyatakan ada beberapa kemungkinan yang bisa saja terjadi untuk memanipulasi Pemilihan Presiden yang digelar tahun depan ini.

Presiden juga menyatakan kekecewaannya karena merasa privasinya telah dilanggar oleh negara tetangga yang dianggapnya sebagai kawan, “Saya menganggap masalah ini serius. Bukan hanya dilihat dari aspek hukum, saya kira hukum di Indonesia, hukum di Australia, dan hukum internasional tidak diperbolehkan menyadap pejabat-pejabat negara lain. Ini juga menabrak hak-hak asasi manusia,” kata Presiden. Menurut Presiden, penyadapan hanya dilakukan oleh negara-negara yang saling bermusuhan bukan berkawan.

Sebenarnya BIN telah mendeteksi penyadapan intelijen Australia ini disebabkan komunikasi yang terjalin lewat telepon selular, sedangkan 90 persen jaringan komunikasi selular menggunakan satelit. BIN juga menyatakan bahwa ada sekita 10 persen pembicaraan tertutup yang BIN sendiri juga mengetahuinya. BIN juga berujar bahwa kegiatan sadap-menyadap merupakan rahasia umum karena alasan yang dipaparkan sebelumnya.

Berdasarkan dokumen Edward Snowden yang dikutip dari ABC dan Guardian pada Senin (18/11), menunjukkan intelijen Australia telah menyadap pembicaraan telepon Presiden SBY. Selain itu, intel Australia juga melacak aktivitas telepon genggam SBY selama 15 hari di bulan Agustus 2009. Data itu berasal dari Agen Intelijen Elektronik Australia (Defence Signal Directorate sekarang berubah menjadi Australia Signals Directorate).

Namun kekhawatiran pemerintah saat ini dianggap terlalu berlebihan apabila mengingat bahwa Indonesia telah melakukan penyadapan terlebih dahulu ke pemerintah Australia, seperti yang diucapkan Jenderal (purn) Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) era Presiden Megawati Soekarnoputri. AM Hendropriyono menyatakan bahwa Indonesia lebih dulu menyadap Pemerintah Negeri Jiran Australia kala 1999-2004 silam mengenai kasus Timor Leste.

Hendro mengumbar plot kala itu intelijen Indonesia menyadap komunikasi sipil serta militer Australia. Tak hanya itu, Indonesia juga menyadap sambungan telepon masuk maupun yang keluar dari alat komunikasi sejumlah politikus Australia. Terutama politikus yang gencar mendukung Timor Leste. Tak hanya menyadap saja, pemerintah Indonesia kala itu juga berencana merekrut agen ganda dalam upaya mencari informasi lebih jauh rahasia pemerintah Australia. Namun kegiatan penyadapan Indonesia terhadap Australia dihentikan karena kedua negara kini menantang musuh global bersama yakni terorisme.

Rupanya penyadapan tidak hanya terjadi pada Ibu Ani Yudhoyono tapi juga ditujukan bagi pejabat dan orang dekat SBY, seperti Wakil Presiden Boediono, mantan Wapres Jusuf Kalla, Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng. Selain itu Australia juga menyadap Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Menko Ekuin Sri Mulyani, Menko Polhukam Widodo AS, dan Menteri BUMN Sofyan Djalil.

Apa pendapat anda mengenai penyadapan Australia terhadap pemerintah RI?

Comment di sini