Review Singkat Sekuel THE HUNGER GAMES : CATCHING FIRE

by
November 24th, 2013 at 5:32 pm

Poster The-Hunger-Games-Catching-Fire

Siapa sih yang tidak tau film The Hunger Games? Film yang saat awal kemunculannya pada tahun 2011 menuai pro dan kontra karena diduga menjiplak film asal Jepang dengan judul Battle Royale, beberapa hari yang lalu telah merilis sekuel kedua dari trilogi The Hunger Games. Mari kita mengingat sekilas, bila dibandingkan dengan Battle Royal, The Hunger Games jelas jauh berbeda. Dari alur cerita, jangkauan penonton, drama berbumbu cinta hingga sentuhan teknologi, mampu membedakan kedua film tersebut. Kesamaannya adalah konsep film yang mengusung tema membunuh sesama dalam permainan ‘berdarah’ untuk bertahan hidup dan menjadi pemenangnya.

Well, sekarang mari kita mereview singkat mengenai sekuelnya, Catching Fire. Yup, setelah sukses dengan film pertamanya, kali ini Lionsgate mempercayakan Francis Lawrence sebagai sutradara dan hasilnya? Sungguh tidak mengecewakan.

Diawali dengan cerita mengenai hari-hari Katniss Everdeen sebagai pemenang, film ini memiliki tempo yang cepat bila dibandingkan dengan novelnya. Diwarnai dengan kisah asmara segitiga antara Gale-Katniss-Peeta menjadikan pelengkap yang rasanya pas. Siapkan tisu bagi orang yang sangat sensitif karena di film ini banyak sekali adegan yang mengharukan atau setidaknya membuat mata kita berkaca-kaca karena merasakan simpati. Kualitas pengambilan gambar, suara, special effect, desain Capitol, serta tempat training para peserta jauh lebih baik dibanding sebelumnya ditunjang dengan kualitas akting para pemain yang semakin matang, disisi lain pemain baru yang hadir di sekuel ini turut memberikan rasa baru.

Dan yang patut untuk dibanggakan adalah tampilnya Katniss dengan gaun pengantinnya yang merupakan hasil rancangan anak Bangsa, siapa dia? Tex Saverio, desainer muda yang namanya kian melambung dan diperhitungkan dalam dunia mode. Adegan kekerasan yang sudah semestinya ditonjolkan dalam film ini diperhalus seperti film pendahulunya karena memang ratingnya PG-13. Namun, tidak mengurangi rasa dari film tersebut. Untuk sebuah film yang memang diadaptasi dari sebuah novel, karya Suzanne Collins, film ini tidak jauh melenceng dari aslinya.

Anyway, buat para penikmat film, film ini very recommended buat ditonton. Dijamin ngga bakal nyesel.. ^^

© erika, november.

Comment di sini