Cara Aman untuk Menghindari Friend Zone

by
November 25th, 2013 at 8:56 am

CiriCara.com – Friend zone atau zona pertemanan adalah keadaan yang amat sangat dihindari seseorang kala melancarkan jurus-jurus PDKT mereka.

Friendzone

Friendzone / Ist.

Biasanya seseorang yang akhirnya terjebak ke dalam lembah friendzone adalah mereka yang salah melakukan PDKT atau salah mengartikan sikap gebetan. Friendzone ini seringkali menjangkiti good guy yang biasanya sangat memperhatikan gebetan dan mau melakukan apa saja demi gebetan. Lantas bagaimana sih cara menghindari friend zone?

1. Hindari Zona Persahabatan

Sebisa mungkin usahakan agar tidak jatuh cinta pada sahabat Anda sendiri. Problem persahabatan ini memang masalah klasik, tapi sangat sering terjadi di dunia romansa. Beberapa orang mempertimbangkan dampak negatif yang mengikuti ketika seseorang terjebak dalam romansa sahabat jadi cinta.

Ada yang takut hubungan mereka tidak kembali membaik setelah menjalin hubungan cinta bahkan ada pula yang kalah sebelum berperang dengan menghindari pergaulan bersama sahabat sekaligus gebetan.

2. Jangan Terlalu Baik

Tidak ada yang salah sebenarnya dengan memperlakukan gebetan dengan cara yang baik-baik. Tips satu ini lebih tepat jika diartikan jangan mau menjadi budak cinta gebetan, karena kita sudah terlanjur cinta maka apapun yang diminta gebetan dituruti.

Ini yang baru salah dalam kegiatan PDKT. Kala PDKT kita bukan seorang pembantu/supir/pengawal tetapi kita adalah teman kencan. Kita bersikap baik terhadap gebetan bukan berarti kita terlalu memanjakannya dan membuatnya terlalu bergantung pada kita.

3. Hindari Kondisi Curhat

Seringkali zona friendzone terbentuk ketika gebetan memiliki konflik dengan pasangannya. Untuk itu gebetan membutuhkan orang lain sebagai tong sampahnya dan kita dengan sukarela menyodorkan diri sebagai ‘tong sampah’ itu dengan harapan lambat laun si gebetan akan merasa nyaman dan berpaling pada kita.

Lebih baik tanggalkan niat sedemikian rupa karena umumnya seseorang membutuhkan tempat curhat hanya sebagai pelarian sementara bukan permanen. Adapun kalau gebetan benar-benar putus dengan pasangan, dia tidak akan berpaling pada ‘tong sampah’nya karena gebetan merasa bahwa ‘tong sampah’ itu hanya membuatnya nyaman untuk bercerita bukan untuk bercinta.

4. Hindari Rasa Ketagihan

Seringkali ketika cinta telah hinggap di diri manusia, manusia tersebut akan merasa ketagihan. Begitu pula ketika PDKT, biasanya saking seringnya sms atau chatting timbul rasa ketagihan dan merasa ingin selalu menghubungi gebetan. Sebisa mungkin hindari virus satu ini. Ketika kita mulai ketagihan, kita akan terus menerus membutuhkan gebetan.

Ketika terus membutuhkan gebetan maka kita akan selalu mencoba menghubunginya. Sedangkan gebetan belum tentu ingin kita hubungi/menghubungi balik. Efek negatif dari rasa ketagihan dan merasa membutuhkan ini akan membuat gebetan risih dan meninggalkan kita bahkan menolak dengan dalih friendzone.

5. Hindari Zona Kakak atau Adik

Terjebak dalam friendzone

Terjebak dalam friendzone /Ist.

Sebelas dua belas dengan poin pertama, tidak mungkin hubungan persaudaraan ketemu gede ini akan berangsur ke tahap yang lebih serius, pacaran misalnya. Sama seperti persahabatan, zona persaudaraan ini akan membuat seseorang mati langkah dan tidak bisa melakukan apa-apa untuk mengutarakan rasa cinta yang lebih kepada gebetan.

6. Gebetan Lebih dari Satu? Mengapa Tidak?

Namanya juga gebetan, masih belum ada hubungan romantis yang terjalin. Jadi sah-sah saja bagi seseorang untuk memiliki gebetan lebih dari satu.

Memiliki gebetan lebih dari satu dapat menurunkan secara drastis tingkat terjebak friendzone karena seseorang tidak lagi ketagihan pada satu orang saja atau bergantung pada satu orang saja. Dia juga bebas menentukan pilihan dan dapat melakukan seleksi lebih baik terhadap calon pasangan.

Baca juga: 5 Tanda Kamu Terjebak Dalam Friend Zone

Comment di sini