Laily Prihatiningtyas, Dirut BUMN Termuda Berusia 28 Tahun

by
November 25th, 2013 at 4:16 pm

CiriCara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan baru saja mengangkat Direktur Utama baru untuk memimpin PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur. Sosok beruntung yang dipercaya Dahlan untuk mengisi posisi itu adalah Lailly Prihaningtyas atau akrab dipanggil Tyas.

Tyas, Dirut BUMN Termuda

Tyas, Dirut BUMN Termuda / Tribunnews

Yang mengejutkan adalah umur Tyas yang baru menginjak umur 28 tahun. Ditanya mengenai alasan Dahlan memilih perempuan yang masih bisa dikatakan belia tersebut, Dahlan berujar kalau penilaiannya berdasarkan kepintaran dan kinerja Tyas selama ini.

Tyas sendiri adalah direktur termuda yang pernah ditunjuk kementerian BUMN, setelah sebelumnya rekor direktur termuda di BUMN tercatat berumur 35 tahun. Menurut Dahlan, siapa saja bisa sebetulnya menjadi direktur di kementerian BUMN asalkan ada keinginan kuat dan kemampuan yang mumpuni.

“Sekarang, yang penting punya kemampuan, siapa saja bisa naik, di swasta itu sudah biasa,” ujar Dahlan saat ditanya mengenai syarat menjadi direktur utama seperti dikutip dari Tempo.co, Jumat, 22 November 2013.

Menurut penuturan Tyas, sebelum diangkat menjadi Direktur Utama TWC dirinya ditugaskan oleh instansi asal tempat dia bekerja yaitu Kementerian Keuangan. Posisi terakhirnya di Kementerian BUMN adalah Kasubdit Penyajian Informasi.

Tyas juga mengatakan kalau dia sungguh terkejut dipromosikan ke posisi yang sangat tinggi oleh Dahlan Iskan. Padahal sebelumnya, Tyas sempat berencana untuk berhenti bekerja menjadi PNS dan melanjutkan karir sebagai social entrepreneur. Tapi takdir ternyata berkata lain. Tyas diharuskan melanjutkan hidup di Kementerian BUMN dengan jabatan yang lebih tinggi.

Selama 28 tahun hidupnya, Tyas mengaku kalau sesuatu yang dia kerjakan sampai saat ini hampir semuanya diluar rencana dan keinginannya. Tyas mencontohkan waktu dia berhasil masuk ke Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), dia mengaku tidak suka sama sekali dengan pelajaran akuntansi.

Waktu itu dia hanya mengikuti keinginan orang tuanya saja dan mungkin takdir Tyas memang harus kuliah di STAN, tanpa disangka Tyas diterima kuliah di STAN.

Mengenai tugasnya di PT TWC, Tyas sudah menyiapkan beberapa strategi yang akan diterapkan. Karena TWC masih asing namanya di telinga masyarakat, Tyas ingin ke depannya TWC mempunyai image yang selalu diingat masyarakat.

“TWC ini secara bisnis tidak terlalu rumit. Mungkin nanti marketing, rebranding strategi seperti apa itu yang harus ditingkatkan. Pertama kita cari dulu masalahnya seperti apa, mana yang memang diprioritaskan di awal,” ujar Tyas seperti dikutip oleh Merdeka.com, Jumat, 22 November 2013.

Untuk strategi yang lebih spesifiknya, Tyas mengaku saat ini belum mempunyai strategi yang detail untuk TWC. Setelah Fit and Proper Test selesai dijalani baru Tyas mulai menyusun strategi detail untuk dijalankan oleh TWC.

Sebagai info, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko adalah salah satu BUMN yang bergerak dalam usaha pengelolaan obyek wisata candi. BUMN tersebut melakukan pengelolaan berdasarkan petunjuk teknis Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Seperti apa hasil yang didapat TWC setelah dipegang Direktur Muda yang berumur belia ini? Bagaimanapun hasilnya, Tyas sudah layak dijadikan sebagai inspirator bagi kawula muda untuk terus berkarya dan bekerja keras.

Karena Dahlan Iskan pun mengatakan, di era saat ini menentukan pemimpin perusahaan tidaklah dilihat dari seberapa lama dia menjabat, tapi dilihat dari seberapa pintar orang itu dalam menjalankan strategi yang berguna bagi perusahaan. Kemampuan dan keinginan tinggi dari seseorang juga menjadi nilai lebih untuk menjadi seorang pemimpin.

(AV)

Comment di sini