Denda Terobos Busway Rp 500 Ribu Mulai Berlaku Minggu Ini

by
November 26th, 2013 at 10:08 am

CiriCara.com - Bagi Anda yang masih suka masuk ke jalur khusus Trans Jakarta (Busway) sebaiknya mulai minggu ini, terhitung Senin 25 November 2013 perlu berpikir dua kali untuk menerobos. Karena kebijakan denda Rp 500 ribu mulai efektif dilakukan pada hari Senin kemarin.

Para penerobos jalur busway

Para penerobos jalur busway / MetroTV

Kebijakan denda tersebut adalah hasil kesepakatan yang terjalin antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, Kejaksaan, dan pengadilan pada Jumat, 22 November 2013 pekan lalu.

Dari perjanjian tersebut, keluarlah keputusan tentang denda Rp 500 ribu pada setiap kendaraan yang masuk ke busway, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sebetulnya hasil keputusan rapat Jumat lalu sedikit berbeda dari rencana sebelumnya dimana denda Rp 500 ribu berlaku hanya untuk motor dan untuk kendaraan roda empat denda Rp 1 juta. Namun pada keputusan akhir denda disamakan menjadi Rp 500 ribu untuk semua jenis kendaraan.

Dalam rapat tersebut juga sudah disepakati mengenai denda maksimal kepada para pengendara yang memarkirkan kendaraan secara sembarangan, melawan arus, dan angkutan umum yang berhenti di sembarang ruas jalan.

Tapi menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, saat ini masih fokus ke pelanggaran jalur Trans Ja karta. Untuk pelanggaran lainnya akan bertahap setelah denda pelanggar jalur Trans Jakarta berjalan lancar.

Rikwanto juga menjelaskan mengenai pasal yang akan dikenakan pada tiap pelanggar yaitu Pasal 287 Ayat 1 No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal itu berisi penjelasan kalau setiap pengendara yang melanggar lalu lintas akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda maksimal Rp 500.000.

Dalam surat tilang warna merah yang diberikan kepada pelanggar akan diberi tanda bahwa pelanggarannya di jalur Trans Jakarta dan akan dikenakan sanksi denda maksimal Rp 500.000.

Untuk mewanti-wanti agar tiap pengendara tidak menderita karena harus membayar denda maksimal tersebut, Gubernur DKI Jakarta menghimbau agar semua pengendara mau mematuhi peraturan-peraturan yang sudah dibuat.

“Aturan harus diikuti kalau mau tertib. Kalau mau tertib, ikuti aturan!” ujar Jokowi saat ditemui di Balaikota DKI Jakarta, Senin 25 November 2013 seperti dikutip oleh Liputan6.com.

Jokowi juga mengatakan kalau kebijakan sterilisasi busway tersebut dibuat untuk persiapan masuknya ratusan armada baru Trans Jakarta. Sehingga kedepannya, setiap bus Trans maupun bus umum yang terintegrasi dapat menggunakan jalurnya dengan lancar dan nyaman. Penumpang pun akan sampai ke tujuan tepat waktu.

“Percuma kita buat koridor busway, enggak ada artinya. Artinya apa? Kalau kita mau menuju transportasi massal, ya busway semua koridor harus bersih. Dan ini aturan. Aturan! Dilarang terobos, dilarang parkir! Enggak boleh masuk!” tegas Jokowi, masih dikutip oleh sumber berita yang sama.

Demi membantu kelancaran sterilisasi busway ini juga, Polda Metro Jaya meminta bantuan kepada masyarakat umum untuk tidak sungkan menegur tiap pengendara yang melanggar. Masyarakat bisa mengambil foto kendaraan yang ketahuan melanggar, lalu bisa diunggah ke Twitter TMC Polda Metro Jaya.

Dari foto-foto yang diberikan oleh masyarakat, kepolisian akan segera  menindak lanjuti dan melacak kendaraan yang ketahuan melanggar tersebut.  Diharapkan dengan kerja sama yang baik antara Pemprov, Kepolisian, dan masyarakat, kebijakan ini bisa berjalan dengan baik.

(AV)

 

Comment di sini