Denda Jalur Busway Rp 127 Juta, IPW: Dana Harus Jelas

by
November 27th, 2013 at 2:54 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Pemberlakuan denda tilang masuk jalur busway atau transjakarta pada Senin (25/11/2013) lalu berhasil menjaring ratusan pelanggar. Sejumlah pihak pun berharap agar uang denda tilang tersebut diungkap secara jelas.

tilang jalur busway

Polisi tilang penerobos jalur busway – Ist

Ketua Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan bahwa uang denda tilang itu sebaiknya langsung dimasukkan ke kas negara. Hal ini mencegah adanya penyelewengan dana hasil tilang tersebut.

“Jangan ada pembayaran di tempat,” kata Neta.

Untuk mencegah praktik suap terhadap polisi, Neta mengimbau agar semua petugas polisi memasang kartu identitas di rompinya. Dengan memperlihatkan kartu identitas, ujar Neta, tidak akan ada polisi yang berani menerima suap dari pengendara.

“Sering mereka (polisi) sengaja umpetin identitas supaya gampang ‘damai’,” ujar Neta, seperti dikutip dari Merdeka.com, Rabu (27/11/2013).

Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat ada 254 kendaraan yang menerobos jalur busway pada Senin (25/11/2013) kemarin. Dengan rincian, 217 sepeda motor, 22 mobil pribadi, 14 angkot, dan 1 kendaraan beban.

Para pelanggar berasal dari berbagai kalangan, 2 Pegawai Negeri Sipil (PNS), 189 swasta, 13 wiraswasta, 8 pelajar, 33 pengemudi, dan 9 pedagang/buruh. Jika dihitung berdasarkan denda maksimal Rp 500 ribu dan 254 kendaraan, maka uang denda tilang tersebut mencapai Rp 127 juta.

Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono menegaskan bahwa polisi hanya bertugas untuk memberikan tilang. Hindarsono mengatakan bahwa denda tilang diberikan saat proses sidang, bukan kepada polisi.

“Polisi nggak pegang uang (denda),” tegas Hindarsono. (YG)

Comment di sini