Beri Uang ke Pengemis, Dihukum Bersihkan WC

by
November 29th, 2013 at 4:49 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku sudah menyiapkan sanksi sosial bagi pemberi uang ke pengemis. Sanksi sosial itu diusulkan dimasukkan ke dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

ahok 2013, ahok batik

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Tempo.co

Ahok mengatakan bahwa dirinya sudah mengusulkan sanksi sosial untuk dimasukkan ke dalam KUHP. Pasalnya, saat ini di Indonesia belum ada sanksi sosial. “Undang-Undang di Indonesia tidak mengenal sanksi sosial. Hanya ada denda uang dan pidana,” kata Ahok.

Mengenai bentuk sanksi sosial itu, Ahok mengatakan sanksinya bisa bermacam-macam. Sanksi sosial ini diyakini akan mampu menimbulkan efek jera sehingga orang tidak akan berani melanggarnya lagi.

“Nanti kalau yang ngasih (uang ke pengemis) itu kita tangkap, suruh cuci WC di terminal kan bagus,” ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, seperti dikutip dari Okezone, Jumat (29/11/2013).

Menurut Ahok, penerapan sanksi sosial dalam KUHP itu sebenarnya mudah direalisasikan. Namun, penerapan sanksi itu masih menunggu keputusan dari para anggota DPR. Sanksi sosial itu tidak bisa diterapkan jika tidak ada revisi dari anggota dewan.

“Kalau kawan-kawan (DPR) bisa cepat selesaikan itu, ya bisa cepat,” kata Ahok.

Jika revisi KUHP sudah dilakukan, sanksi sosial juga akan diberlakukan untuk sejumlah pelanggaran lainnya. “Kayak buang sampah sembarangan, rasain lu nyapu halaman Monas,” kata Ahok yang juga pernah menjadi anggota DPR.

pengemis tajir

Pengemis – Ist

Usulan untuk memberikan sanksi sosial itu muncul seiring dengan maraknya pengemis dan gelandangan di Jakarta. Ibu Kota masih menjadi tujuan para pengemis dari sejumlah daerah karena menjanjikan hasil yang lebih banyak dibanding daerah lain.

Pada Selasa (26/11/2013) lalu, petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan berhasil menjaring dua pengemis asal Subang, Walang bin Kilon dan Sa’aran. Dari tangan keduanya, petugas berhasil mengamankan uang Rp 25 juta yang diduga merupakan hasil mengemis.

Agar jumlah pengemis dan gelandangan berkurang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun mengimbau agar warganya tidak memberikan uang kepada pengemis. Kedermawanan warga Jakarta itu dinilai hanya akan menciptakan generasi pemalas.

(YG)

Comment di sini