Tilang Jalur Busway, Ada Polisi Minta “Damai” Rp 300 Ribu

by
December 2nd, 2013 at 4:54 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Diberlakukannya denda maksimal untuk para penerobos jalur busway atau transjakarta ternyata masih dimanfaatkan oleh oknum polisi untuk meraup keuntungan. Upaya untuk bayar di tempat atau “damai” masih terjadi.

tilang jalur busway

Polisi tilang penerobos jalur busway – Ist

Menurut salah satu penerobos jalur busway, ternyata masih ada sejumlah oknum polisi yang menerima jalur “damai”. Melihat denda tilang yang tinggi, oknum polisi tersebut pun ikut menaikan tarif jalur damai hingga ratusan ribu rupiah.

“Dia (polisi) minta di sekitar Rp 300-an ribu lebih,” kata Suryadi, penerobos jalur busway yang sempat mengupayakan jalur damai dengan polisi yang menilangnya.

Menurut Suryadi, bos pemilik mobil yang dikendarainya itu tidak setuju dan akhirnya memilih untuk disidang. “Bos saya maunya Rp 200 ribu lah maksimal,” kata Suryadi yang berprofesi sebagai sopir pribadi ini, seperti dikutip dari detik.com, Senin (2/12/2013).

Suryadi mengaku heran kenapa polisi baru melakukan penertiban setelah denda maksimal diberlakukan. Padahal sebelumnya, menurut Suryadi, dirinya selalu lolos dari sanksi tilang saat melaju di jalur busway sebelum pukul tujuh pagi.

“Waktu denda maksimal mulai digembor-gemborkan saya kena apes,” katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane meminta agar oknum terkait segera diberikan sanksi tegas. Dia berharap agar semua oknum polisi takut untuk menerima uang “damai” tersebut.

“Diberikan sanksi bagi oknum yang memang melanggar. Bukan cuma warga yang kapok, petugas juga pikir-pikir kalau mau main,” kata Neta.

Neta pun menyesalkan tindakan oknum polisi yang menerima uang damai. Menurutnya, seorang polisi itu seharusnya membantu menertibkan jalan agar tidak macet, bukan malah meminta uang kepada para pelanggar lalu lintas.

(YG)

Comment di sini