Penundaan Jilbab Polwan, MUI: Jilbab Itu Wajib

by
December 5th, 2013 at 1:18 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Izin polisi wanita (Polwan) mengenakan jilbab akhirnya ditunda oleh Wakapolri Komjen Polisi Oegroseno. Kebijakan tersebut terpaksa ditunda karena belum adanya keputusan mengenai Peraturan Kapolri (Perkap) soal seragam berjilbab.

polwan jilbab

Polwan berjilbab – Ist

Menanggapi penundaan tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Amidhan menilai penundaan itu mengada-ada. Menurutnya, penundaan itu bisa menimbulkan reaksi lain dari Polwan yang muslim.

“Saya sudah sering mengatakan, hukum mengenakan jilbab dalam Islam itu wajib,” kata Amidhan di Jakarta, seperti dikutip dari Metrotvnews.com, Kamis (5/12/2013).

Amidhan menilai bahwa penundaan kebijakan Polwan berjilbab itu tidak beralasan. Jika soal biaya pengadaan jilbab, menurut Amidhan, semua Polwan bersedia untuk mengeluarkan uang sendiri untuk membeli jilbab yang seragam.

“Kalau alasannya persetujuan DPR, silakan bawa ke DPR,” kata Amidhan. Menurut Amidhan, keputusan untuk menunda kebijakan Polwan berjilbab itu tidak tepat.

Baca juga: Polwan Tidak Dibolehkan Memakai Jilbab.

Amidhan menganggap bahwa kebijakan berjilbab itu adalah hak setiap warga negara Indonesia. Pasalnya peraturan kebebasan dalam memeluk agama itu sudah tertera dalam konstitusi, terutama Pasal 29 UUD 1945.

Amidhan pun meminta pihak Polri segera memberikan kepastian kapan kebijakan Polwan berjilbab itu dikeluarkan. “Jangan sampai tidak ada ketentuan seperti saat ini,” kata Amidhan di kantornya.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Sutarman mempersilakan Polwan mengenakan jilbab saat bertugas. Namun ternyata, kini Wakapolri Komjen Polisi Oegroseno malah mengumumkan penundaan kebijakan tersebut.

(YG)

Comment di sini