Gaya Kepemimpinan Jokowi-Ahok yang Berlawanan

by
December 6th, 2013 at 8:54 am

CiriCara.com – Ada yang unik dari gaya kepemimpinan orang nomor satu dan dua di Jakarta ini. Joko Widodo atau Jokowi adalah figur seorang pemimpin yang kalem sedangkan Ahok lebih temperamental. Namun begitu sifat dan karakter dari 2 pemimpin ini seperti 2 sisi mata uang, masyarakat membutuhkan pemimpin yang kalem dan lemah lembut namun terkadang mereka juga perlu dikeraskan agar lebih disiplin.

Jokowi dan Ahok, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta

Jokowi dan Ahok / Tempo

Jokowi lebih mengedepankan kemusyawarahan seperti gaya blusukan-nya untuk melihat langsung permasalahan yang ada, bukan hanya berdasarkan laporan-laporan dari stafnya. Sedangkan Ahok lebih sering duduk di belakang meja demi mengurusi birokrasi. Sepak terjang kedua orang tersebut memang belum membuahkan hasil maksimal namun tanda-tanda perubahan di ibu kota sudah mulai terlihat.

Seperti hari Selasa, 3 Desember 2013, lalu ketika Gubernur DKI Jakarta ini melakukan musyawarah dengan mengajak warga Petukangan Selatan, kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, untuk duduk bersama sambil menikmati makan siang. Terkait dengan sengketa tanah dan ganti rugi lahan untuk proyek Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2), awalnya warga menolak nilai ganti rugi 3,5-8 juta rupiah per meter persegi yang ditetapkan pemerintah. Setelah diajak makan siang bersama, warga tersebut merasa dimanusiakan pemimpinnya sehingga terjadi sebuah persetujuan nilai ganti rugi tanpa perubahan apapun.

Hal yang sama juga dilakukan Jokowi ketika mengajak warga di sekitar Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio untuk makan bersama sambil menyelesaikan masalah yang ada. Jokowi paham betul bahwa persoalan di ibu kota tidak dapat diselesaikan tanpa komunikasi intens antara rakyat dengan pemimpinnya. Dibandingkan rezim kepemimpinan sebelumnya, cara Jokowi dalam menyelesaikan masalah dan pendekatannya terhadap warga terbilang lebih manusiawi.

Dibandingkan dengan Jokowi, Ahok terkesan lebih keras atau boleh disebut seperti preman. Ia sering meluapkan kekesalannya dan berbicara blak-blakan atau ceplas-ceplos tanpa pandang bulu. Walaupun dicap negatif namun gaya kepemimpinan ala Ahok ini diperlukan untuk menertibkan ibu kota yang sudah semrawut ini.

Dalam salah satu wawancaranya, Ahok tak segan untuk menangkap dan memenjarakan para PKL yang ngotot berdagang di pinggir jalan sehingga mengakibatkan kemacetan. Meskipun dinilai mematikan usaha kecil, toh Pemprov DKI sudah menyediakan lokasi alternatif bagi para PKL dalam menjual barang dagangannya.

Dalam salah satu statement-nya, pemilik nama lengkap Basuki Tjahaja Purnama ini juga tak segan-segan mengusir orang kaya yang tinggal di Jakarta. Yang terbaru adalah ketika kasus pengemis kaya mencuat ke publik. Ahok tidak ragu untuk mempidanakan mereka yang memberi uang kepada pengemis atau memberikan hukuman kerja sosial. Ia juga membentak masyarakat yang telah merusak karakter orang lain menjadi mental peminta-minta. Meskipun terkesan keras dan emosional, tentunya Wakil Gubernur DKI Jakarta ini memiliki niat mulia untuk membuat Jakarta menjadi kota yang lebih baik.

Jokowi dan Ahok

Jokowi dan Ahok / Kompas

Gaya kepemimpinan kedua public figure tersebut tentunya sudah dibentuk sejak mereka masih kecil. Jokowi lahir di keluarga Jawa yang terkenal dengan sifat sopan santun dan kerendahan hatinya, sedangkan Ahok besar di lingkungan etnis Tionghoa dimana makian dan kata-kata kasar menjadi cambuk untuk membentuk mental dan kepribadiannya.

Meskipun dididik dengan cara berbeda, tentunya pelajaran hidup yang mereka tempuh sama-sama memiliki tujuan yang baik walaupun dengan cara yang bertolak belakang.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, rakyat membutuhkan figur pemimpin rendah hati dan mengayomi masyarakat. Sementara itu ada oknum-oknum tertentu dalam masyarakat yang juga harus didisiplinkan dengan cara keras.

Meskipun banyak statement miring tentang gaya kepemimpinan kedua orang tersebut, patut ditunggu bagaimana sepak terjang Jokowi-Ahok dalam mengatasi permasalahan ibu kota selanjutnya.

Comment di sini