Penghulu Jawa dan Madura Mogok Kerja

by
December 10th, 2013 at 3:17 pm

Cirebon (CiriCara.com) – Ratusan penghulu seluruh Jawa dan Madura telah sepakat tidak akan melayani pernikahan di luar Kantor Urusan Agama (KUA) dan jam kerja. Itu artinya, pernikahan tidak bisa dilakukan di rumah calon mempelai.

penghulu mogok

Ilustrasi Penghulu – Ist

Dalam pertemuan di Islamic Centre Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (9/12/2013) kemarin, ratusan penghulu tersebut sepakat untuk mogok layani pernikahan di luar KUA. Mereka akan melakukan aksi mogok mulai awal tahun depan.

“Keputusan ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2014,” kata Wagimun AW, perwakilan dari penghulu Jawa Timur, seperti dikutip dari Republika.co.id, Selasa (10/12/2013).

Selain itu, para penghulu juga telah mendeklarasikan pembetukan Asosiasi Penghulu Indonesia (API) sebagai organisasi yang menaungi penghulu. Pasalnya, saat ini masih belum ada payung hukum yang melindungi penghulu.

Wagimun AW sendiri ditunjuk sebagai Ketua API sementara Sekjen API dijabat oleh Madari, dari Jakarta. Mereka berharap agar para penghulu bisa mendapatkan perlindungan hukum, terutama saat bekerja di luar KUA dan jam kerja.

Wagimun mengatakan, selama ini sebagian besar warga memilih untuk melangsungkan pernikahan di rumahnya masing-masing pada hari libur. Untuk menghadiri pernikahan itu, penghulu tak jarang harus menempuh perjalanan yang cukup jauh.

Padahal, menurut Wagimun, negara tidak pernah menyediakan biaya transportasi untuk para penghulu. Namun, ketika penghulu mendapat uang transportasi dari pihak mempelai, uang tersebut justru dinilai sebagai uang pungli (pungutan liar) atau gratifikasi.

“Ini tidak adil,” tegas Wagimun. Baca juga: Kemenag Sebut Biaya Nikah Gratis!

Wagimun pun menagih janji Irjen Kementerian Agama M Yasin yang pernah menyatakan bahwa pemerintah akan memberikan biaya transportasi untuk penghulu. Pasalnya, hingga saat ini janji tersebut belum terealisasikan juga.

Selain masalah biaya transportasi, aksi mogok itu juga dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap Kepala KUA Kediri, Jatim yang ditangkap gara-gara menerima uang dari pihak pengantin. Kejaksaan Negeri menangkapnya dengan dugaan gratifikasi dan pungli.

(YG)

Comment di sini