Komentar Ahok Soal Kecelakaan KRL Bintaro

by
December 11th, 2013 at 8:41 am

Jakarta (CiriCara.com) – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok merasa geram dan prihatin terhadap peristiwa tabrakan antara KRL dengan truk tangki berisi bahan bakar milik Pertamina di perlintasan kereta di daerah Bintaro, Jakarta Selatan.

Basuki Tjahaja Purnama

Basuki Tjahaja Purnama / Detik

Ia menlai kecelakaan tersebut murni berasal dari kesalahan dan kelalaian manusia yang kurang disiplin dalam berlalu lintas. Pasalnya, diduga supir dari truk tersebut menerobos pintu perlintasan kereta ketika KRL tersebut sedang melaju.

Seperti diketahui, kecelakaan yang melibatkan kereta Commuter Line dengan truk bermuatan BBM di wilayah Jakarta Selatan ini telah mengakibatkan tewasnya 8 orang dan sedikitnya 60 orang terluka. Truk tangki hangus terbakar dan gerbong depan KRL terbalik dan ikut terbakar.

“Ini memang salah satu contoh bagaimana kita tidak disiplin, Terutama ketika sedang mengemudikan kendaraan. Lihat saja, yang bawa kendaraan itu pasti tidak memikirkan orang lain, menyetir seenaknya saja. Ya mungkin bagi dirinya sendiri aman, tapi orang lain yang kena. Itu namanya sembrono,” kata  Ahok di ruang kerjanya, Balai Kota Jakarta, Senin (9/12/2013) seperti dikutip oleh MetroTVnews.com.

“Siapa pun yang melanggar lalu lintas, tidak tertib berkendara sehingga membahayakan diri sendiri dan orang lain itu harus dihukum dengan tegas. Dan kita pun juga harus berani menindaknya,” lanjutnya.

Menurut pandangannya, kurangnya rasa displin dalam berkendara tersebut dibuktikan dengan ketidakpedulian pengemudi dengan keselamatan orang lain sehingga menyebabkan kecelakaan tersebut terjadi. Selain itu Ahok juga mendukung jika PT. KAI berencana untuk menuntut Pertamina perihal insiden yang memakan banyak korban tersebut.

“Nanti PT. KAI akan menuntut perusahaan yang merugikan mereka. Saya kira ini bagus, jadi jangan sekalipun kalau sudah kejadian seperti ini seolah tidak salah,” terangnya dikutip dari Merdeka.com, Selasa, 10 Desember 2013.

Pemprov DKI juga ikut mendukung PT. KAI untuk menutup seluruh perlintasan liar yang ada di wilayah Jakarta agar peristiwa naas tersebut tidak terulang lagi. Meskipun mendapat perlawanan dari aktivis HAM terkait penertiban jalur KRL yang menurut mereka melanggar hak orang lain, menurutnya pemerintah sudah berencana menertibkan perlintasan kereta tanpa izin yang jumlahnya ratusan.

“Ini kan kewenangan mereka (PT KAI). Pokoknya, jangan sampai nanti sudah ditutup perlintasannya, tiba-tiba dibongkar lagi sama warga. Ini kuncinya ada di penegakan hukum,” kata Ahok.

“Kita mau melakukan tindakan-tindakan penertiban dibilang melanggar. Ini kita mau mendidik dan mengajari orang untuk disiplin. Kalau enggak disiplin akibatnya begini dan semuanya diam,” lanjutnya.

Pria kelahiran Belitung ini juga memuji dedikasi dari masinis Sudarman Parasetyo (25), salah satu korban tewas dalam kecelakaan KRL Bintaro yang menabrak truk pengangkut bahan bakar di perlintasan Bintaro, Jakarta Selatan tersebut.

“Saya sangat menghargai masinis, tadi saat saya jenguk pasien, dia cerita kalau sesaat sebelum kecelakaan terjadi masinis sempat membuka pintu dan memberi peringatan kalau kereta akan menabrak kemudian dia kembali lagi dan dengan berani duduk, padahal kecelakaan sudah ada di depan dia, tapi dia tidak lari, dia siap menghadapi risiko,” kata orang no-2 di Jakarta ini di Balaikota, Selasa. (10/12/2013) dikutip dari Antaranews.com.

krl tabrakan truk tangki

KRL vs truk tangki di Bintaro – Ist

Cerita tersebut membuat Ahok percaya bahwa masih ada kebaikan dan solidaritas ditengah sifat individualis dan mementingkan diri sendiri dari masyarakat ibu kota saat ini.

“Saya jadi yakin, bahwa di antara kita sebenarnya masih banyak orang baik, yang mau gotong royong, yang solidaritasnya tinggi,” kata Ahok.

Meskipun begitu, sebaiknya PT. KAI dan Pertamina terlebih dahulu mengurus kesejahteraan para korban, baik itu korban tewas maupun luka-luka karena merekalah yang merasakan dampak langsung dari peristiwa tersebut.

Comment di sini