Path, Media Sosial yang Semakin Digemari di Indonesia

by
December 12th, 2013 at 1:53 pm

CiriCara.com – Setelah era Facebook dan Twitter yang booming beberapa tahun yang lalu, kali ini masyarakat indonesia kembali kedatangan tamu situs media sosial terbaru bernama Path.

Path, media sosial yang booming

Path, media sosial yang booming / Ist.

Budaya ‘latah’ memang sudah menjadi culture tersendiri bagi masyarakat kita, namun jangan lupa untuk selalu mengambil sisi positif dari setiap budaya yang datang dari luar, termasuk budaya berinteraksi di media sosial.

Path adalah situs jejaring sosial yang menekankan pada hubungan dengan orang-orang terdekat saja. Karena itu jangan heran jika Path membatasi jumlah teman hanya mencapai 150 orang saja. Berbeda dengan Facebook atau Twitter dimana Anda bisa menambah teman sebanyak-banyaknya, Path bersifat lebih eksklusif dan lebih mengedepankan privasi dalam bersosialisasi di socmed.

Selain itu, situs media sosial ini juga hanya bisa dinikmati di perangkat yang menggunakan sistem operasi Android dan iOS. Saat ini Path juga sedang mengembangkan aplikasi untuk platform lain seperti Windows Phone dan Blackberry. Karena itulah Path hanya bisa digunakan oleh perangkat mobile saja seperti smartphone atau tablet.

Didirikan pada bulan November 2010, Path diciptakan oleh 3 orang entrepreneur yang sukses di bidangnya sebelumnya seperti Dave Morin (mantan karyawan Facebook), Shawn Fanning (pendiri Napster), dan Dustin Mierau (pengembang Naspter). Visi Path sendiri adalah mengembalikan ‘arti berjejaring sosial yang sesungguhnya’ sehingga bersifat lebih personal dengan membatasi jumlah teman, kerabat dan relasi hanya mencapai 150 orang.

Path dibuat untuk menjaga keamanan serta privasi penggunanya. Mereka akan terbebas dari campur tangan atau komentar orang lain yang tidak begitu akrab dengannya,” ujar Dave Morin, Co-Founder sekaligus CEO Path.

Sama seperti situs jejaring sosial lainnya, Path dapat digunakan untuk berbagi foto, video, musik, film, buku dan yang lainnya secara aman serta tidak terganggu dengan tag dari pihak lain seperti yang sering dialami jika menggunakan media sosial seperti Facebook misalnya. Disini anda juga bisa memberikan komentar pada keluarga, teman, kerabat atau orang-orang terdekat yang sudah anda kenal dan berada dalam Friend List di Path.

Agar lebih aman dan eksklusif dengan pilihan berbagi momen untuk orang-orang tertentu saja, Path juga memperkenalkan fitur baru Private Sharing dan Inner Circle yang berarti pilihan tersebut akan menutup ruang gerak teman yang tak diinginkan untuk mengintip aktivitas kita.

Yang menarik, dalam waktu singkat Path yang merupakan pendatang baru sebagai situs jejaring sosial ini berhasil meraih popularitasnya, terutama di Tanah Air. Jumlah penggunanya meningkat di seluruh dunia termasuk Indonesia. Namun aplikasi media sosial ini kurang begitu populer di negara asalnya Amerika Serikat. Buktinya, sekitar setengah dari 6 juta pengguna aktif Path adalah orang Indonesia. Traffic aktivitas tiap bulan juga menempatkan Indonesia di urutan pertama disusul Amerika Serikat.

Apa yang menyebabkan jejaring sosial ini begitu digemari masyarakat tanah air, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta?

Jerry Murdock, investor teknolgi yang ikut menanamkan modalnya di Path berujar faktor kemacetan menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang mengisi waktu dengan bermain aplikasi di ponselnya, seperti berinteraksi lewat Path.

Path / Ist.

Path / Ist.

“Jakarta adalah kota yang menarik, salah satu kota terbesar di dunia, dan salah satu dengan kemacetan terparah,” ujarnya dalam forum Aspen Ideas yang dihadiri pengusaha, pakar dan jurnalis terknologi tersebut seperti dikutip oleh Republika.co.id.

“Hubungan keluarga dan kerabat sangat penting di Indonesia. Dengan sifat Path yang lebih eksklusif dengan batas 150 teman, pengguna Path merasa lebih nyaman untuk berbagi informasi dan foto yang enggan mereka taruh di Facebook, mereka menaruhnya di Path. Mungkin kenyamanan inilah yang membuat orang indonesia suka menggunakan aplikasi Path,” tambahnya.

Murdock juga menyorot tampilan dinamis dan desain menarik yang menjadi faktor lain pemicu suksesnya Path di Indonesia.

So.. tentu saja bagi anda yang suka bercengkerama lewat social media seperti Facebook , Twitter atau Instagram, tampaknya anda harus mencoba jejaring sosial Path ini dan merasakan sensasinya.

Comment di sini