Ratu Atut Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

by
December 17th, 2013 at 4:33 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap Pilkada Lebak, Banten. Atut turut serta melakukan suap bersama adiknya Tubagus Chaeri Wardhana kepada mantan Ketua MK, Akil Mochtar.

ratu atut gubernur banten

Ratu Atut Chosiyah – Tempo.co

Ketua KPK Abraham Samad mengatakan bahwa Atut ikut memberikan uang suap kepada Akil Mochtar terkait sengketa Pilkada Lebak, Banten. Atut yang merupakan politisi asal Golkar itu diduga sengaja menyuap Akil agar pasangan dari Partai Golkar bisa lolos Pilkada.

“Ratu Atut dikenai pasal 6 ayat 1 huruf a UU no 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi,” kata Samad, seperti dikutip dari detik.com, Selasa (17/12/2013).

Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa pelaku suap yang menyuap hakim akan dihukum selama minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Pelaku juga akan dikenai sanksi berupa denda minimal Rp 150 juta dan maksimal Rp 750 juta.

Selain terlibat dalam kasus suap Ketua MK, Atut juga dijadikan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Provinsi Banten. Namun, dalam kasus ini surat perintah penyidikan (Sprindik) dari KPK masih belum keluar.

Menurut Samad, saat ini pihaknya baru akan melakukan rekonstruksi sangkaan yang akan dikenakan pada sang gubernur perempuan pertama di Indonesia itu. KPK masih belum bisa berkomentar mengenai pasal apa yang akan menjerat Atut dalam kasus korupsi ini.

Sebelumnya, KPK juga telah menahan adik Ratu Atut, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan. Suami dari Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany ini terbukti telah melakukan penyuapan terhadap Akil Mochtar.

Hingga saat ini, KPK masih terus melakukan penyidikan lebih lanjut guna untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam kasus penyuapan tersebut. Saat ini KPK baru menahan Wawan dan juga Akil Mochtar.

(YG)

Comment di sini