Kumpulan Puisi Ibu untuk Memperingati Hari Ibu 2013

by
December 23rd, 2013 at 12:01 pm

CiriCara.com – Meski hari Ibu sudah berlangsung kemarin, Minggu, 22 Desember 2013, namun rasa terima kasih kita kepada sang Ibunda tidak akan pernah surut.

Selamat Hari Ibu

Selamat Hari Ibu / Ist.

Atas segala pengorbanan dan jerih payah yang telah diberikan oleh Ibunda kepada kita, rasanya tidak cukup dengan ungkapan terima kasih saja. Oleh karena itu, jika kamu ingin sekali mengucapkan rasa sayang serta terima kasih tak terhingga kepada sang Ibunda, kamu bisa memakai puisi untuk mengungkapkannya.

Berikut CiriCara.com, merangkum beberapa puisi yang khusus dipersembahkan untuk sang Ibunda tercinta. Puisi ini dikutip dari karya sastrawan terkenal dari beberapa sumber yang tentunya bisa membantumu mengekspresikan rasa sayangmu kepada Ibunda:

Ibu

(Karya: Chairil Anwar)

Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai

Ibu…..

Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah

Ibu…..

Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat
Dan Bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

Namun…..
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu….

Ibu….

Aku sayang padamu…..
Tuhanku….
Aku bermohon padaMu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…..

Ibu

(Karya: Kahlil Gibran)

Ibu adalah segalanya, dialah penghibur di dalam kesedihan.
Pemberi harapan di dalam penderitaan, dan pemberi kekuatan di dalam kelemahan.

Dialah sumber cinta, belas kasihan, simpati dan pengampunan.
Manusia yang kehilangan ibunya bererti kehilangan jiwa sejati yang memberi berkat dan menjaganya tanpa henti.

Segala sesuatu di alam ini melukiskan tentang susuk ibu.
Matahari adalah ibu dari planet bumi yang memberikan makanannya dengan pancaran panasnya.

Matahari tak pernah meninggalkan alam semesta pada malam hari sampai matahari meminta bumi untuk tidur sejenak di dalam nyanyian lautan dan siulan burung-burung dan anak-anak sungai.

Dan Bumi ini adalah ibu dari pepohonan dan bunga-bunga menjadi ibu yang baik bagi buah-buahan dan biji-bijian.
Ibu sebagai pembentuk dasar dari seluruh kewujudan dan adalah roh kekal, penuh dengan keindahan dan cinta.

Ibu

(Karya: D. Zamawi Imron)

kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering, daunpun gugur bersama reranting
hanya mata air airmatamu, ibu, yang tetap lancar mengalir

bila aku merantau
sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan memutikkan sarisari kerinduan
lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar

ibu adalah gua pertapaanku
dan ibulah yang meletakkan aku di sini
saat bunga kembang meyemerbak bau sayang
ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi
aku mengangguk meskipun kurang mengerti

bila kasihmu ibarat samudera
sempit lautan teduh
tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku
kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu
lantaran aku tahu
engkau ibu dan aku anakmu

Ibu

(Karya: K.H. Mustofa Bisri)

Ibu, koulah gua berteduh
tempatku bertapa bersamamu
sekian lama

Koulah kawah
dari mana aku meluncur
dengan perkasa

Koulah bumi
yang tergelar lembut bagiku
melepas lelah dan nestapa

gunung yg menjaga mimpiku
siang dan malam

mata air yg tak pernah berhenti mengalir
membasahi dahagaku

telaga tempat bermain
berenang dan menyelam

Koulah ibu, laut dan langit
yg menjaga lurus horisonku

Koulah ibu, mentari dan rembulan
yg mengawal perjalananku
mencari jejak sorga
di telapak kakimu

Tuhan, aku bersaksi
ibuku telah melaksanakan amanatMu
menyampaikan kasih sayangMu
maka kasihanilah ibuku
seperti Kou mengasihi kekasih – kekasihMu.

(RN)

Comment di sini