Bakrie Group Beli Saham Path, Kampanye Terselubungkah?

by
January 13th, 2014 at 11:39 am

CiriCara.comBakrie Global Group telah membeli saham perusahaan aplikasi jejaring sosial Path senilai USD 25 juta atau setara dengan Rp 304 miliar. Jejaring sosial di smartphone itu menutup pendanaan putaran Seri C dan Bakrie Global Group disebut sebagai salah satu investor baru Path.

Path / Ist.

Path / Ist.

Beragam reaksi pun bermunculan di kalangan netizen Indonesia, khusunya pengguna Twitter. Alih-alih bangga dengan prestasi Bakrie Group mendanai jejaring sosial tersebut, pengguna Twitter di Indonesia justru merasa gerah dengan pergerakan yang dilakukan oleh perusahaan milik Aburizal Bakrie itu. Apalagi hal ini bisa menjadi kampanye terselubung ARB pada pemilu mendatang sebagai Capres.

Beragam komentar sentimen bernada negatif pun bermunculan, tak lupa muncul juga gambar olahan (meme) yang menyindir hubungan bisnis kedua perusahaan itu. Netizen juga mengingatkan kasus lumpur Lapindo. Bahkan sejumlah pengguna Path mengecam dan berniat untuk meng-uninstall-nya karena Bakrie menjadi investor di belakang Path.

Berikut ini adalah beberapa reaksi para pengguna Twitter mengenai dibelinya saham Path oleh Bakrie.

Path mendapatkan investasi dari Grup Bakrie, apakah bakal jadi media kampanye?” tulis akun Twitter @rasarab

Mestinya bayar korban lumpur lapindo dulu.” tulis akun Twitter @fadjroeL

Itu Bakrie duitnya ga abis2 ya? Beli saham Path $25 million, alamaakk! Lumpur lapindo apa kabar?” tulis akun Twitter @mlnia

Ow ow oow… jangan ada iklan ARB di timeline Path hahaha..” tulis akun Twitter @Om_ion

Lebih baik duit segitu diberikan ke korban lapindo.” tulis akun Twitter @Rio Ricardo_19

Gapapa sih Path dibeli Bakrie,asal jangan digunain buat alat kampanye dia.” tulis akun Twitter @odrigantaru

Jadi ceritanya Path uda dibeli Bakrie ya? Hmm terus yang masalah hutang lapindo gimana om?” tulis akun Twitter @RahvyAffarhouk

Tapi biar bagaimanapun langkahnya lumayan cerdas buat investasi di Path, secara Indo masuk 3 besar pengguna Path.” tulis akun Twitter @ANLIEKI

Bakrie ga beli Path. Dia bei sebagian (kecil) sahamnya doang.” tulis akun Twitter @hadigunawan

Beberapa pengguna Path bahkan menyarankan untuk memboikot Path.

I just delete my Path account permanently cause @Path using and accepting bakrie’s money.” tulis akun Twitter @hellowglow

Hmmm… nevermind, don’t use Path anyway.” tulis akun Twitter @Inggitainggit

Sentimen negative pada Bakrie sangat besar ya, sampai investasinya ke Path pun bikin orang jadi menimbang buat uninstall.” tulis akun Twitter @ndorokakung

Boikot aja, di uninstall, daripada kena spam iklan politik,” tulis akun Twitter @LPNikei

Beberapa netizen terpantau hendak uninstall Path karena merasa malu pasca pendanaan yang dilakukan Bakrie. Beberapa malu karena ketahuan visit mantan,” tulis akun Twitter @MbakNyai

Tak hanya itu, beragam meme atau gambar olahan bernada lucu dan menyindir juga bermunculan. Misalnya desain splash screen Path berubah menjadi kuning dan logo Path akan diganti dengan lambang Partai Golkar. Bahkan ada yang mengunggah gambar logo partai tersebut yang mengganti gambar pohon beringin dengan huruf ‘P’ dari logo Path dan tulisan dibawah logo tersebut berubah menjadi ‘Pathamorgana’.

Path, media sosial yang booming

Path, media sosial yang booming / Ist.

Logo baru Path.” Kicau pengguna Twitter dengan akun @Ngonocom sambil memberi tautan gambar Path yang berubah menjadi kuning.

Gini kali ya splash screenya? :))” kicau akun @treecore

CEO Bakrie Group, Anindya Bakrie mengungkapkan alasan pembelian saham Path murni untuk kepentingan bisnis. Ia juga menepis keterkaitan kerja sama tersebut dengan pencapresan Aburizal Bakrie dari Partai Golkar.

“Tidak ada itu. Kami membelinya karena Path memiliki prospek yang bagus dibandingkan pesaingnya yang lebih terkenal. Penggunaannya bisa tiga kali lebih sering dari pesaingnya,” ujar Anindya seperti dikutip oleh Merdeka.com.

Namun, Anindya tidak mengungkapkan besarnya saham yang dimiliki Bakrie Global Group di perusahaan Path.

Seperti diketahui, Path adalah aplikasi jejaring sosial di smartphone yang cukup populer di Indonesia. Pengguna Path di Indonesia termasuk yang paling aktif di dunia dengan mendominasi 30% trafik global dalam bulanan atau sekitar seperempat trafik dalam harian.

Comment di sini