Ruhut: Jokowi Tukang Mebel, Nasib Saja Jadi Gubernur

by
January 16th, 2014 at 10:20 am

Jakarta (CiriCara.com) – Kinerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) masih terus mendapat kritik dari berbagai pihak. Masalah banjir yang baru-baru ini kembali terjadi di sejumlah wilayah Jakarta membuat kinerja Jokowi dipertanyakan.

ruhut vs jokowi

Ruhut Sitompul – Ist

Salah satu kritik datang dari politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Menurut Ruhut, Jokowi menang di Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 lalu karena nasibnya mujur. Lebih dari itu, Ruhut menganggap Jokowi hanya tukang mebel biasa.

“Jokowi tukang mebel, nasib saja itu jadi gubernur,” kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, seperti dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (16/1/2014).

Menurut Ruhut, selama masa kampanye Jokowi mengeluarkan semua janji untuk membenahi masalah di Jakarta. Tapi, setelah terpilih menjadi gubernur, Jokowi malah tidak bisa membuktikan janji-janjinya tersebut.

“Dia mengasih janji, bahkan nggak mau polisi mengawal, ternyata tetap dikawal,” kata Ruhut. Baca juga: Jakarta Banjir Lagi, Ruhut: Blusukan Jokowi Percuma.

Lebih lanjut, Ruhut pun menyinggung wacana pencapresan Jokowi di Pemilu 2014 mendatang. Menurutnya, Jokowi belum layak menjadi presiden karena mengurusi masalah banjir dan kemacetan di Jakarta saja masih belum mampu.

“Gimana mau mengurus Indonesia kalau mengurus Jakarta saja tidak bisa,” kata Ruhut.

Menurut Ruhut, masalah banjir di Jakarta ini menjadi lucu karena Jokowi pernah menjanjikan memiliki solusi atas permasalahan itu. Tapi, kenyataannya Jakarta masih tetap dilanda banjir di musim penghujan ini.

Seperti diketahui, sejumlah wilayah di DKI Jakarta sempat dilanda banjir sejak Senin (13/1/2014). Beberapa akses jalan tertutup genangan banjir sehingga tidak bisa dilewati kendaraan. Arus lalu lintas pun sempat dialihkan ke jalan tol.

Meskipun saat ini banjir di sejumlah titik sudah mulai surut, ancaman banjir besar itu masih tetap ada. Mengingat curah hujan di tahun ini masih belum mencapai puncaknya.

(YG)

Comment di sini