Sibuk Urusi Banjir, Jokowi Tak Pikirkan Soal Capres

by
January 23rd, 2014 at 9:29 am

Jakarta (CiriCara.com) – Derasnya hujan cercaan dan kritikan memang sedang ditujukan kepada Jokowi, hal ini tentu saja dikarenakan masalah banjir yang sedang melanda ibukota. Dalam waktu kurang lebih satu setengah tahun masa kepemimpinannya, mantan Wali Kota Solo ini sudah dua kali mengalami musibah banjir, yang pertama adalah setahun silam dan kali ini Jokowi mendapat masalah serupa.

Jokowi meninjau banjir Jakarta

Jokowi meninjau banjir Jakarta / Kompas

Beberapa waktu lalu, spanduk bertuliskan ‘Jokowi Capres Banjir terpasang di sejumlah kawasan lokasi yang tergenang banjir. Tidak diketahui siapa oknum tidak bertanggung jawab yang memasang spanduk tersebut, darimana asalnya dan apa tujuannya. Yang jelas, hal itu tentu menjadi bentuk ‘serangan’ dan sindiran kepada Gubernur DKI Jakarta ini.

Jokowi sendiri sempat melihat spanduk putih bertuliskan sindiran tersebut saat blusukan di kawasan Jalan Abdullah Syafei, Tebet, Jakarta Selatan. Sindiran itu pun ditanggapi santai oleh Jokowi dan mengaku lebih berkonsentrasi mengurusi Jakarta dan permasalahannya yang menumpuk, seperti banjir saat ini.

“Saya ngurus kerjaan ajalah. Enggak ada urusan sama capres-capres,” kata Jokowi seperti dikutip Kompas.com.

Soal bagaimana kinerjanya yang disorot buruk, termasuk upaya untuk menjegalnya terkait situasi politik menjelang Pemilu 2014, Jokowi hanya tertawa menanggapinya.

“Biarain aja mereka ngomomg, masa bodoh. Terserah mereka mau bilang apa, mau nyindir, ngejek, maki-maki saya, saya enggak urus,” ujarnya.

Saat ini Jokowi sedang mencari solusi untuk mengatasi masalah banjir di Ibukota dan berlomba dengan waktu dan debit air. Ia juga membereskan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah kota hingga pemerintah daerah sekitar Jakarta, terutama untuk pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir.

Seperti diketahui, Jokowi adalah tokoh politik yang digadang-gadang sebagai calon presiden dan kandidat terkuat untuk menduduki jabatan sebagai RI 1 tersebut. seluruh hasil survei yang dilakukan lembaga-lembaga independen juga menempatkan Jokowi di peringkat teratas bila maju sebagai calon presiden. Hal ini tentu saja membuat Jokowi menjadi anak emas PDI Perjuangan, partainya, untuk digadang sebagai Capres. Padahal Jokowi baru menjabat Gubernur Jakarta dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.

Namun, berbagai pihak menilai, sebaiknya Jokowi fokus pada penanganan masalah Ibukota terlebih dahulu, seperti penanganan banjir di daerahnya dan tidak memikirkan masalah lainnya seperti dorongan untuk maju sebagai Capres. Salah satunya adalah Sekretaris Fraksi Partai Hanura, Saleh Husein.

“Saya kira alangkah lebih bagus bila Jokowi fokus pada penanganan masalah banjir daripada berpikir yang lain,” ujar Saleh seperti dikutip Tempo.co.

Selain itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Tantowi Yahya juga menilai Jokowi sudah bekerja cukup baik dalam mengatasi banjir. Hanya saja, dalam penilaiannya, Jokowi memiliki kewenangan terbatas sehingga sulit untuk leluasa mengambil kebijakan. Hal ini terkait rendahnya kerjasama antara pemerintah pusat, daerah, swasta, serta masyarakat. Dan sebagai pemimpin Jakarta, sulit bagi Jokowi untuk mengambil langkah taktis yang tepat dan efisien.

Jokowi di lokasi banjir

Jokowi di lokasi banjir

“Yang dibutuhkan sekarang adalah komando yang jelas, sekarang kita semua terlihat tak memiliki komando,” ujar Tantowi.

Sebelumnya Jokowi memang sering mendapat serangan kritik dan tekanan elit politik terkait masalah banjir yang menimpa Jakarta dan sekitarnya saat ini. Sebut saja Amien Rais, Sekjen PPP Romahurmuziy, ataupun Ruhut Sitompul yang paling vokal mengkritik kepemimpinan Jokowi sebagai Gubernur DKI, terakhir ia meminta agar Jokowi meminta maaf karena tak mampu menepati janjinya untuk menyelesaikan masalah banjir pada Pilkada 2012 lalu.

Tentu saja menarik untuk disimak, apakah banjir akan ‘menenggelamkan’ popularitas Jokowi sebagai Capres?

Comment di sini