Cara Melibatkan Keluarga dalam Pernikahan

by
January 24th, 2014 at 8:58 am

CiriCara.com – Sedang bingung dalam melakukan persiapan pernikahan? Sedangkan keluarga ingin terlibat? Jangan bingung dan khawatir.

Keluarga ikut campur dalam persiapan pernikahan memang hal yang biasa di Indonesia. Kenapa? Karena masyarakat Indonesia masih menganggap bahwa pernikahan merupakan sebuah peristiwa yang istimewa di dalam keluarga, sehingga perlu melibatkan keluarga dalam persiapannya.

Keluarga dalam pernikahan

Keluarga dalam pernikahan / Ist.

Selain itu, keluarga sering menganggap calon pengantin belum berpengalaman dalam membuat acara sepenting acara pernikahan. Meskipun si calon pengantin sudah menggunakan jasa Wedding Organizer (WO), atau bahkan si calon pengantin biasa menyelenggarakan acara pernikahan dan lainnya, tetap saja keterlibatan keluarga tidak bisa ditolak.

Apabila kita menolak, keluarga tentunya akan merasa tersinggung dan akibatnya akan terjadi konflik. Bisa saja konflik tersebut berkepanjangan. Kita tentunya tidak menginginkan hal tersebut bukan?

Berikut ini 5 tips untuk tetap melibatkan keluarga dalam persiapan pernikahan :

1. Buat kepanitiaan yang melibatkan keluarga meskipun ada jasa WO

Pembentukan kepanitiaan merupakan hal yang penting apabila ingin melibatkan keluarga dalam persiapan pernikahan kita, sehingga mereka merasa dihargai. Didalam kepanitiaan ini, tetap kita yang menentukan siapa yang bertugas apa, dan siapa saja yang terlibat.

Anggota keluarga yang tidak diterima dengan baik di keluarga sebaiknya jangan dilibatkan dalam kepanitiaan. Memanglah baik apabila niat kita menjadikan persiapan pernikahan kita untuk menyatukan kembali ikatan kekeluargaan, tapi sebaiknya tidak di dalam persiapan acara pernikahan kita.  Takutnya bukannya menyatukan ikatan kekeluargaan kembali malahan terjadi konflik terbuka, yang berdampak pada persiapan pernikahan kita.

2. Buat tugas yang jelas untuk keluarga yang terlibat dalam kepanitiaan

Kadang kala kita merasa tidak enak apabila memberikan tugas pada keluarga yang terlibat dalam kepanitiaan, dengan alasan takut atau khawatir mempengaruhi ikatan kekeluargaan.

Namun, hal tersebut perlu dilakukan agar tugas masing-masing panitia jelas dan meminimalisir terjadinya konflik kepentingan serta mencegah ikut campurnya setiap anggota keluarga didalam tugas anggota keluarga yang lain. Hasilnya bisa saja bukannya bagus malahan kacau, karena semua orang ingin ikut campur dalam semua tugas kepanitiaan.

3. Sediakan waktu untuk rapat panitia secara teratur

Meski sulit mengatur waktu dikarenakan kesibukan keluarga, usahakan rapat kepanitiaan secara teratur dapat dilakukan. Hal ini bertujuan agar tugas yang sudah diberikan kepada keluarga yang menjadi panitia bisa terupdate terus, dan tidak terjadi pelemparan tugas ke anggota keluarga lain.

Peran keluarga dalam pernikahan / Ist.

Peran keluarga dalam pernikahan / Ist.

4. Pastikan keluarga yang terlibat dalam kepanitiaan sesuai dengan pengalaman, kapasitas dan pribadinya

Untuk poin ini, memang kelihatannya seperti pembagian tugas dalam pekerjaan. Namun hal ini perlu dilakukan agar kita dapat menempatkan orang yang pas didalam tugasnya.

Misalnya anggota keluarga yang terkenal cerewet bisa ditempatkan di pengawasan catering agar bisa mengawasi makanan dan minuman, sehingga tidak kehabisan ketika resepsi pernikahan masih berlangsung.

Atau anggota keluarga yang terkenal disiplin waktu bisa mengawasi rundown acara sehingga sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Hal ini sangat berguna apabila kita ingin melakukan resepsi pernikahan di gedung dengan waktu yang terbatas.

5. Tegaskan dan terangkan dengan jelas apa yang sudah menjadi tugas dari WO dan panitia

Pada poin ini, hal ini dilakukan agar tidak terjadi kekacauan dalam pelaksanaan pernikahan, baik resepsi ataupun akad atau pemberkatan, hanya karena miskomunikasi antara WO dan panitia dari keluarga. Sebaiknya tugas WO dan panitia dijelaskan dengan pada rapat panitia, sehingga tidak terjadi percampuran tugas.

Nah itulah 5 tips untuk melibatkan keluarga dalam kepanitiaan pernikahan, semoga bermanfaat ya!

Comment di sini