Presiden Mendatang Pilihan Kita dalam Pemilu 2014

by
January 28th, 2014 at 4:50 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Setelah pemilihan anggota legislatif pada 9 April 2014, maka akan dilakukan pemilihan presiden. Sejak dua periode yang lalu, presiden dipilih langsung oleh rakyat, sehingga yang terpilih dianggap memang mewakili kepentingan dan suara rakyat.

Selama ini rakyat sudah dijejali dengan kampanye calon presiden, atau biasa disingkat capres, agar rakyat lebih mengenal capresnya terutama program-programnya, yang biasanya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Janji-janji politik itu lah yang juga digunakan oleh presiden kita sekarang ketika tengah melakukan kampanye beberapa tahun yang lalu. Dan kenyataannya, masih banyak rakyat yang miskin dan kesejahteraannya tidak meningkat.

Dengan semakin dekatnya waktu pemilihan presiden, para partai politik pun sekarang tengah bersaing untuk memunculkan calon presiden dari partainya. Biasanya capres merupakan ketua umum dari partai politik, namun untuk Partai Demokrat, hal tersebut tidak memungkinkan, mengingat ketua umum partainya sudah dua kali menjabat sebagai presiden, dan tidak boleh dipilih untuk ketiga kalinya. Untuk meyelesaikan hal tersebut, maka Partai Demokrat pun mengadakan Konvensi untuk memilih capres. Ternyata, langkah ini juga diikuti oleh partai politik lain seperti PKS.

Sementara itu, untuk memberi warna demokratis pada pilpres mendatang, beberapa tokoh masyarakat juga membentuk Komite Konvensi Rakyat, yang mengusung capres alternatif. Komite ini pun mengadakan Debat Publik dari para capres alternatif di 6 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Samarinda, Makassar dan Bandung.

Beberapa nama capres alternatif yaitu Rizal Ramli, mantan menteri perekonomian, DR.Anni Iwasaki, tokoh perempuan, Ricky Sutanto, pengusaha dan masih banyak lagi.

Capres alternatif ataupun capres yang diusung parpol, kembali pada kita. Didalam memilih presiden diantara capres yang ada, kita harus lebih jeli dan kritis, terutama dalam program-programnya, tidak hanya karena sosoknya saja. Selama ini rakyat Indonesia memang masih memilih sosok daripada program atau komitmen si tokoh untuk perbaikan rakyat Indonesia.

Untuk lebih mengenali capres yang sudah dikampanyekan, berikut ini 8 capres yang kemungkinan akan kita pilih untuk menjadi presiden Indonesia mendatang.

1. Joko Widodo

jokowi gubernur

Joko Widodo – Ist

Gubernur DKI Jakarta dan mantan Walikota Solo ini, diprediksi akan dicalonkan menjadi presiden dari partainya, PDI Perjuangan. Bapak Joko Widodo atau sering disebut dengan Jokowi, dianggap mewakili rakyat biasa dan pro dengan isu sosial seperti kemiskinan, pendidikan dll.

Rakyat melihat kesungguhan Pak Jokowi dalam memimpin daerahnya ketika terjadi peristiwa banjir di Jakarta, dimana Pak Jokowi turun langsung mengunjungi para pengungsi dan korban banjir serta mengawasi secara langsung penanggulangan banjir. Namun, kemungkinan mencalonkan pak Jokowi juga akan mengundang kritikan banyak pihak, dikarenakan jabatan pak Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta belum selesai.

2. Prabowo

Prabowo

Prabowo / Tempo

Ketua umum dari Partai Gerindra ini dianggap sosok yang pantas memimpin Indonesia karena sikap tegas dan kemampuannya dalam memimpin di organisasi nelayan dan tani, sebagai organisasi rakyat menengah kebawah. Putera dari ahli ekonomi, Soemitro ini, juga dikenal dekat dengan dunia militer dikarenakan pernah menjabat sebagai Pangkostrad. Sayangnya pada masa jabatannya tersebut pak Prabowo dianggap terlibat dalam beberapa peristiwa kekerasan dan pelanggaran HAM di Indonesia.

3. Megawati Soekarno Putri

jokowi generasi soekarno

Megawati dan Jokowi – Ist

Puteri mantan presiden RI, Soekarno dan juga ketua umum PDI Perjuangan ini dianggap masih pantas untuk memimpin kembali Indonesia, setelah pernah menjabat sebagai presiden menggantikan Gus Dur yang mengundurkan diri sebagai presiden. Pandangan dan pemikirannya tentang kebangsaan dan rakyat Indonesia yang tidak jauh dengan pemikiran ayahnya, Bung Karno dianggap sebagai kekuatannya untuk memimpin Indonesia.

4. Wiranto

Wiranto /

Wiranto / Jakarta Post

Mantan Menteri Pertahanan ini dianggap mampu memimpin Indonesia dengan sikap tegas dan bertanggungjawab. Namun seperti pak Prabowo, pak Wiranto juga dianggap memiliki sejarah kelam dengan terlibat pada beberapa peristiwa kekerasan dan pelanggaran HAM di Indonesia selama karir militernya.

5. Gita Wiryawan

Gita Wirjawan

Gita Wirjawan / Ist.

Menteri Perdagangan ini disebut sebagai salah satu capres mendatang. Memiliki paras yang lumayan dengan sikap yang tenang dan terlihat murah hati serta ramah dan dekat dengan rakyat menengah kebawah, merupakan modal utamanya untuk melenggang ke pentas pilpres.

Baca juga: 4 Kandidat Favorit Capres 2014

6. Surya Paloh

Surya Paloh

Surya Paloh / Ist.

Ketua Umum Partai Nasdem ini salah satu putera non-Jawa yang berada dalam bursa pilpres. Lewat partai Nasdem nya, tokoh ini dianggap sebagai tokoh yang visioner, berani dan pro rakyat.  Melalui partainya yang dulu merupakan ormas, media televisi dan cetak yang dimiliki, visinya untuk meningkatkan pengetahuan dan pendidikan rakyat sehingga tingkat kesejahteraan rakyat meningkat menjadi jargonnya.

7. Jusuf Kalla

Jusuf Kalla /

Jusuf Kalla / Ist.

Mantan wakil presiden dan pengusaha asal Sulawesi Selatan ini dikenal sebagai sosok yang ramah, murah hati dan humoris. Bapak Jusuf Kalla atau JK disebut sebagai salah satu capres karena partisipasinya dalam berbagai kegiatan sosial terlihat nyata, seperti menangani pengungsi atau korban banjir di Jakarta, Manado dan letusan gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara. Hal yang tidak mengherankan sebetulnya dikarenakan posisinya sebagai ketua Palang Merah Indonesia (PMI) sampai saat ini.

8. Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Dahlan Iskan / Ist.

Menteri BUMN ini juga disebut-sebut sebagai salah satu capres potensial. Sang menteri dikenal oleh masyarakat ketika memprotes langsung pelayanan publik pada jalan masuk tol dalam kota Jakarta. Setelah itu, media pun terus menerus berita tentangnya yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama melalui BUMN.

 

Comment di sini