Caleg Nasdem Pakai Foto Jokowi Untuk Promosi

by
January 30th, 2014 at 2:06 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Calon anggota legislatif (Caleg) dari Partai Nasdem, Erizal Effendi ketahuan memasang foto Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi di balihonya. Hal ini pun menjadi janggal mengingat Jokowi adalah kader dari PDIP.

caleg nasdem sumbar

Baliho Caleg Nasdem (Erizal Effendi), Jokowi, dan Surya Paloh – Ist

Menanggapi hal itu, politisi PDIP Eva Kusuma Sundari menilai bahwa pencatutan gambar Jokowi itu merupakan bentuk tidak percaya diri caleg dari partai lain. Itulah sebabnya gambar Jokowi pun diambil agar lebih bisa dikenal masyarakat.

“Itu memang strategi pemasaran. Bisa dikatakan Caleg itu tidak percaya diri,” kata Eva di Jakarta, seperti dikutip dari Liputan6.com, Kamis (30/1/2014).

Baca juga: Model Majalah Dewasa Jadi Caleg PKPI.

Lebih lanjut, Eva mengatakan, kepopuleran Jokowi itu memang sering digunakan banyak pihak untuk mendongkrak elektabilitas mereka. Tak jarang, ada kader dari partai lain yang mengaku mendukung Jokowi karena dia populer.

Fenomena Jokowi effect itu pun dianggap Eva sebagai hal yang biasa dalam dunia politik. Pasalnya, sosok Soekarno yang merupakan Presiden RI pertama itu juga sering dimanfaatkan untuk kepentingan kampanye.

“Gambar Bung Karno juga dipasang di mana-mana, dan sempat dipasang partai lain,” kata Eva yang juga merupakan Anggota Komisi III DPR.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Sumatera Barat Alex Lukman mengatakan bahwa pihaknya sudah menyurati Partai Nasdem. Alex meminta kejelasan mengenai alasan pemasangan foto Jokowi.

“Sampai sekarang kami masih menunggu jawaban. Kami juga meminta KPU dan Panwas menentukan sikap atas hal itu,” kata Alex.

Seperti diberitakan sebelumnya, baliho Erizal Effendi yang merupakan Caleg Partai Nasdem untuk daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat II diketahui mencatut gambar Jokowi yang disandingkan bersama Ketua Umum Nasdem Surya Paloh. Baliho tersebut terpasang di sejumlah tempat di Sumatera Barat.

(YG)

Comment di sini