Razia Busana di Aceh, Wanita Non-Muslim Diminta Berjilbab

by
February 6th, 2014 at 11:28 am

Banda Aceh (CiriCara.com) – Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Prajara (Satpol PP) dan Wilayatul Husbah (WH) Aceh kembali melakukan razia aqidah, akhlak dan syiar Islam. Razia ini ditujukan kepada warga yang tidak menggunakan pakaian sesuai syairat Islam.

razia aceh

Razia celana ketat di Banda Aceh – Ist

Razia yang dilakukan di Simpang Mesra, Lamnyong, Banda Aceh, Rabu (5/4/2014) kemarin itu berhasil menjaring 60 orang. Di antaranya ada 2 orang laki-laki yang menggunakan celana pendek dan 58 perempuan yang mengenakan pakaian ketat.

Kasi Penegakan Pelanggaran Satpol PP WH, Samsuddin mengatakan bahwa kebanyakan para pelanggar busana itu masih berstatus mahasiswa. “Umurnya rata-rata sekitar 20-an, rata-rata mahasiswa,” kata Samsuddin.

Selain itu, petugas juga sempat menghentikan dua orang wanita yang tidak memakai jilbab. Tapi, setelah diperiksa ternyata dua wanita tersebut adalah non-Muslim. Petugas WH pun langsung membebaskan mereka.

Baca juga: Di Aceh, Wanita Dilarang Dibonceng Mengangkang.

Tapi sebelum dibebaskan, kata Samsuddin, dua wanita non-Muslim tersebut terlebih dulu diberi nasihat oleh petugas WH Perempuan. Mereka diminta untuk menghormati Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam.

“Non-Muslim juga diminta pakai jilbab. Untuk menghormati Muslim di Aceh,” kata Samsuddin, seperti dikutip dari Merdeka.com, Kamis (6/2/2014).

Samsuddin juga menjelaskan bahwa razia tersebut merupakan yang pertama dilakukan di tahun 2014 ini. Razia tersebut merupakan razia yang sudah rutin dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu.

“Warga sudah banyak mematuhi aturan, pelanggaran sudah menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Samsuddin.

Dalam razia tersebut, petugas masih memberikan sanksi berupa nasihat dan pembinaan di tempat. Tapi jika ada yang kedapatan melanggar sampai dua kali, maka akan ditindaklanjuti di kantor Satpol PP dan WH.

(YG)

Comment di sini