Rencana Eksploitasi Gunung Ciremai Muncul Sejak 2004

by
March 3rd, 2014 at 4:06 pm

Kuningan (CiriCara.com) – Isu penjualan Gunung Ceremai (Ciremai) di Jawa Barat kepada Chevron, perusahaan asal Amerika Serikat, membuat warga heboh. Banyak yang khawatir dengan dampak buruk jika pihak Chevron akan mengeksploitasi Gunung Ciremai. Kenapa isu ini bisa beredar?

gunung ceremai

Gunung Ciremai, Jawa Barat – Ist

Aktivis Gerakan Massa Pejuang untuk Rakyat (Gempur) Kuningan, Okky Satrio Djati mengatakan bahwa isu itu muncul tak lepas dari rencana eksploitasi tenaga panas bumi di Gunung Ciremai. Gempur sendiri merupakan komunitas warga Kuningan yang terdiri dari masyarakat adat, kepala desa, mahasiswa, pemuda untuk menolak eksploitasi panas bumi di Gunung Ciremai.

Rencana eksploitasi Gunung Ciremai tersebut muncul sejak 2004. Ketika itu, Menteri Kehutanan, Kaban mengeluarkan surat keputusan tentang keberadaan Taman Nasional Gunung Ciremai. Munculnya SK tersebut kemudian membuat warga sekitar curiga.

“Masyarakat menganggap ini penuh manipulasi. Masyarakat menilai tidak perlu ada taman nasional di Gunung Ceremai,” kata Okky, seperti dikutip dari Merdeka.com, Senin (3/3/2014).

Baca juga: Beredar Isu Gunung Ciremai Dijual Rp 6 Triliun.

Pada tahun 2006, menurut Okky, pada pertemuan di Bali muncul usulan dari Pemda Jabar ada tujuh wilayah yang bisa diupayakan untuk energi panas bumi. Wilayah tersebut antara lain dari Ceremai, Kuningan, Ciamis, hingga Pangandaran.

Kecurigaan warga makin menjadi setelah muncul kabar bahwa tender pemanfaatan panas bumi di Gunung Ciremai itu hanya diikuti dua perusahaan, yaitu Hitay, perusahaan asal Turki, dan Jasa Daya Chevron. “Ini kan janggal, untuk nilai triliunan, hanya ada dua peserta,” kata Okky.

Sejauh ini, lanjut Okky, pemerintah baru melakukan dua kali sosialisasi mengenai rencana eksploitasi panas bumi di Gunung Ciremai. Namun, warga tetap menolak rencana eksploitasi tersebut. “Itu pun warga menolak,” kara Okky.

Menurut Okky, warga khawatir eksploitasi panas bumi di Gunung Ciremai itu akan membuat mereka tersisih di kampung halaman sendiri. Belum lagi bahaya kesehatan yang bisa mengancam warga sekitar Gunung Ciremai.

(YG)

Comment di sini