Staf Khusus SBY Bantah Isu Gunung Ciremai Dijual

by
March 4th, 2014 at 10:27 am

Jakarta (CiriCara.com) – Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya angkat bicara soal isu Gunung Ciremai (Ceremai), Jawa Barat dijual Rp 60 triliun kepada Chevron. Isu yang ramai beredar di media sosial ini dinyatakan tidak benar.

gunung ciremai kuningan

Gunung Ciremai, Jawa Barat – Ist

Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief mengatakan bahwa pemerintah tidak pernah berencana untuk menjual Gunung Ciremai. Menurutnya, isu penjualan Gunung Ciremai itu tidak masuk akal.

“Tidak ada kebijakan atau dalam rencana sekalipun menjual Gunung Ciremai kepada Chevron dengan harga Rp 60 triliun,” kata Andi, seperti dilansir setkab.go.id, dan dikutip dari Liputan6.com, Selasa (4/3/2014).

Andi pun menegaskan bahwa baik Presiden, para menteri, maupun para pejabat yang berwenang, tidak pernah ada yang menyatakan akan menjual Gunung Ciremai. Menurutnya, kabar penjualan Gunung Ciremai itu hanya sekadar isu yang tidak jelas.

“Tidak ada rencana itu,” kata Andi.

Andi mengakui bahwa momen menjelang Pemilu ini memang sering dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyebar isu yang tidak jelas. Namun, Andi pun meminta agar berita bohong tersebut segera dihentikan.

Sementara itu, perusahaan asal Amerika Serikat, PT Chevron Indonesia melalui anak perusahaannya PT Jasa Daya Chevron juga membantah telah membeli Gunung Ciremai. Chevron hanya mengaku memenangi tender untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Gunung Ciremai.

Nantinya, PLTP tersebut akan digunakan pemerintah untuk mencukupi kebutuhan energi di Pulau Jawa dan Bali. Chevron pun menegaskan bahwa lelang tender PLTP itu dilakukan secara terbuka dan boleh diikuti oleh perusahaan mana saja.

“Semua investor bisa mengikuti tender terbuka ini dan Chevron memenangkan prospek ini melalui proses tender yang dilaksanakan oleh panitia tender Pemda Jabar,” kata Manager Policy Goverment Public Affairs PT Jasa Daya Chevron, Ida Bagus Wibatsya.

Meskipun demikian, Chevron belum melaksanakan proyek tersebut. Menurut Ida, ada syarat-syarat yang belum dipenuhi, seperti kerjasama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ditunjuk oleh Pemda Jabar.

(YG)

Comment di sini