Jokowi Nyapres, Apa Kabar Jakarta?

by
March 11th, 2014 at 4:24 pm

CiriCara.com – Calon presiden yang tengah digadang-gadang oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo alias Jokowi tengah naik daun di ranah pemberitaan akhir-akhir ini.

jokowi tepuk jidat

Gubernur DKI Jakarta Jokowi – Tempo

Jokowi yang merupakan sosok dicintai media dan rakyat ini diharapkan akan maju meramaikan persaingan ketat calon presiden 2014 pada bulan April nanti. Meski sempat berulang kali menyanggah dan seolah menolak tawaran Nyapres, tetap saja animo rakyat Indonesia terhadap DKI 1 ini meninggi.

Rakyat yang haus akan pemimpin bersahaja dan mau blusukan rupanya tak melepas Jokowi begitu saja untuk tidak menjadi RI 1. Rupanya masyarakat perlu diingatkan lagi akan janji-janji Jokowi semasa kampanye DKI 1 lalu.

Beberapa janji tersebut diantaranya : memimpin Jakarta selama lima tahun, honor Ketua RT/ RW Rp1 juta/ bulan dan asuransi kesehatan, busway jadi 15 koridor dan penambahan 1.000 armada TransJakarta, iklan billboard di jalan protokol diganti light emitted display (LED) sehingga lebih mendatangkan penghasilan bagi pemerintah, rumah deret gantikan rumah kumuh di bantaran kali, sekolah unggulan diadakan di pinggiran Ibukota, dan masih banyak lagi.

Dalam kurun waktu dua tahun Jokowi memang membawa perubahan terhadap wajah Jakarta antara lain: normalisasi Waduk Pluit, normalisasi Kali di Jakarta, pembangunan Kampung Deret, Pengadaan Pesta Rakyat, serta penertiban PKL (yang terkenal di daerah Tanah Abang). Masalahnya, sangat mungkin terjadi program kerja lima tahun yang telah Jokowi-Ahok rencanakan untuk lima tahun akan terhenti akibat keterlibatan Jokowi sebagai perangkat pusat negara.

Jokowi tak lagi fokus membenahi miniatur negara yakni Ibukota Jakarta tapi akan lebih fokus membenahi Indonesia secara general, perbaikan mutu pendidikan baik di daerah maju maupun tertinggal, perbaikan kesejahteraan daerah tertinggal dan perbatasan, perbaikan kemampuan ekonomi rakyat misalnya.

Kalaupun Ahok beropini bahwa memungkinkan bagi Indonesia untuk memiliki dua Wakil Presiden, salah seorang mengurusi Indonesia dan seorang lainnya mengurusi Jakarta saja rasanya juga bukan pilihan yang pantas. Meski Jakarta adalah Ibukota Republik Indonesia, bukan berarti Jakarta harus menjadi anak emas sehingga satu perhatian Wakil Presiden tercurah seluruhnya terhadap Jakarta.

Begitu banyak problematika yang terjadi di Ibu Kota memang tak sepenuhnya salah pemerintah atau sebaliknya, salah rakyat. Dalam hal ini kedua pihak harus bisa saling bekerja sama mewujudkan Jakarta sebagai miniatur negara layak contoh ketimbang memberatkan salah satu pihak.

jokowi dalam berita

Jokowi – Ist

Untuk itu, sebelum Jokowi melajukan langkahnya ke jenjang lebih tinggi alangkah lebih baik komitmen dan tekad membenahi rupa Ibukota Negara dirampungkan dahulu sehingga rakyat benar-benar bisa menilai kinerja Jokowi sebagai DKI 1 selama lima tahun.

Kesan terburu-buru akibat pembawaan Jokowi yang bersahaja dan gemar blusukan yang meraih simpati rakyat malah bisa menjadi bumerang di masa mendatang. Entah nantinya rakyat akan menyesal karena melakukan penilaian begitu cepat atau entah penyesalan datang dari kubu Partai pengusung mantan Walikota Solo ini.

Perlu ditekankan lagi, apa yang akan terjadi pada Jakarta apabila media darling Jokowi melaju ke kursi kepresidenan? Akankah pembangunan lima tahun ala Jokowi terhenti atau justru semakin menjadi-jadi. Jikapun Jokowi memang menjadi RI 1 dan memfokuskan diri membenahi Jakarta, maka bagian Indonesia lain akan merasa dianak tirikan. Apakah Indonesia hanya Jakarta saja?

Comment di sini