Pergeseran Nilai Moralitas Remaja Indonesia Masa Kini

by
March 21st, 2014 at 9:19 am

CiriCara.com – Masyarakat Indonesia dikejutkan dengan tragedi yang menimpa gadis cantik Ade Sara Angelita Suroto? Kenapa berita ini menjadi fenomena yang membuat kita-kita geleng-geleng kepala? Ternyata kejadian ini melibatkan 2 pasangan muda-mudi, dan merupakan kawan mereka sendiri yaitu Ahmad Imam al Hafitd dan Assyifa Ramadhani.

foto ade sara

Ade Sara Angelina Suroto – Ist

Di usia muda mereka, dengan tingkat pendidikan yang cukup tinggi (mereka sedang mengenyam pendidikan di sebuah Perguruan Tinggi) sanggup melakukan perbuatan yang nista, bahkan nekad menghilangkan nyawa seseorang.

Entah peristiwa apa lagi yang akan menimpa para remaja-remaja Indonesia lainnya bila seusia mereka saja sudah mampu berbuat tindakan diluar akal sehat mereka? Sungguh miris memang, di saat masa remaja penuh dengan harapan dan kebahagiaan, penuh dengan cita-cita untuk merangkai masa depan yang indah, namun hidup mereka harus terenggut di balik jeruji penjara hanya gara-gara mengikuti nafsu dan pikiran mereka tidak logis.

Menurut Pakar Psikologi, memang masa remaja adalah masa transisi, yaitu masa dari kanak-kanak menuju perkembangan masa dewasa,(masa untuk mencari jati diri). Dalam tahap inilah, seorang remaja memiliki kondisi kejiwaan yang belum stabil, cenderung emosional dan bahkan diluar nalar mereka.

Pengaruh lingkungan baik lingkungan keluarga dan sekitarnya, tingkat ekonomi dan tigkat pendidikan sangat mempengaruhi pola pikir serta perilaku mereka. Di masa transisi inilah, dimana kondisi psikologis mereka belum matang (berpikir logis), sehingga mudah terpengaruh baik itu pengaruh yang positif maupun pengaruh negatif. Di sini lah peran orangtua, sebagai orang pertama yang bersentuhan langsung dengan para remaja tersebut yang memiliki kewajiban untuk selalu mengontrol dan membimbing mereka ke arah yang lebih baik.

Para orangtua, dengan tegas memiliki kewajiban yang tidak bisa diwakilkan oleh pihak lain dalam membentuk pribadi dan menjaga pola pikir mereka. Para orang tua harus dan berkewajiban memberi contoh agar anak-anak memiliki pegangan sehingga bisa menepis pengaruh buruk yang bisa saja mereka hadapi di luar sana. Derasnya arus informasi, bila tidak dibarengi dengan arahan serta bimbingan orang tua, tentunya akan berdampak buruk bagi perkembangan jiwa mereka.

Menurut data dari KPAI, banyaknya tindakan penyimpangan (kekerasan seksual, narkoba) hingga tindakan kriminal lainnya (tawuran, pembunuhan) akibat pengaruh derasnya arus informasi baik itu media cetak dan elektronik (video porno, adegan kekerasan) sehingga membuat perilaku anak-anak itu menyimpang.

Hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, semua pihak (keluarga, lembaga pendidikan hingga lembaga terkait: polisi, tenaga kesehatan) dituntut perannya untuk mencegah dan mengantisipasi semakin meningkatnya tindakan kekerasan dan kriminalitas pada generasi muda yang bahkan bisa saja terjadi pada anggota keluarga kita.

Kondisi yang memprihatikan menjadi pekerjaan rumah (PR)baik itu bagi orang tua, pemerintah dan lembaga terkait lainnya (polisi, sekolah, tenaga kesehatan dan yayasan sosial) untuk memberikan kontribusinya dalam menciptakan dan membina generasi bangsa yang bisa dibanggakan:

Comment di sini