Langkah Wiranto dalam Pemilihan Umum di Tanah Air

by
April 2nd, 2014 at 10:04 am

Jakarta (CiriCara.com) – Proses kampanye semakin gencar dilakukan oleh masing-masing calon orang nomor satu di Indonesia. Mulai dari publikasi di media televisi, pamflet serta baliho-baliho yang menghiasi setiap sudut jalan bahkan dengan orasi langsung dengan menggaet penyanyi-penyanyi dangdut guna menarik perhatian masyarakat.

Wiranto, Ketua Hanura / Ist.

Wiranto, Ketua Hanura / Ist.

Adapun Wiranto, calon presiden dari Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat) yang telah 3 kali mencantumkan namanya dalam Pilpres. Tahun 2004, namanya diusung oleh partai Golkar sebagai calon presiden pada masa itu namun gagal.

Tidak berhenti disitu, lima tahun kemudian namanya kembali tercatat sebagai calon wakil presiden dan berduet dengan Jusuf Kalla, dan lagi-lagi harus menelan pil pahit kegagalan pada Pemilu tahun 2009 silam.

Kini dengan partai baru yang menaunginya, Wiranto dengan gagah kembali maju sebagai calon presiden dengan menggandeng Hary Tanoesoedibjo. Banyak kalangan percaya bahwa elektabilitas wiranto akan meningkat dengan kolaborasi WIN-HT yang mengusung motto bersih peduli dan tegas itu.

Dana kampanye yang disediakan oleh pasangan WIN-HT pun tidak main-main. 250 miliar adalah angka yang fantastis mengingat Wiranto telah dua kali gagal meraih kursi nomor satu di Indonesia. Wiranto berdalih bahwa Hanura adalah partai yang jujur, tegas dan berhati nurani. Sesuai namanya, Hati Nurani Rakyat, Wiranto ingin memberikan perhatian sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat.

Menurut lembaga survei yang dilakukan oleh Indonesia Research Center (IRC), kepopuleran Wiranto menduduki posisi ke-3 dengan 6,7% suara dikalahkan oleh Jokowi 34,2 % dan Prabowo Subianto 8,2%. Selain itu elektabilitas partai politik berdasarkan survei PDB menyebutkan bahwa Partai Hanura menempati posisi ke-9 dari 11 partai lainnya.

Track record perjuangan Wiranto memang tidak diragukan lagi, namun menilik dari hasil-hasil survei dan fakta bahwa Hanura hanya mendapatkan 18 kursi di DPR pada Pileg tahun 2009, keputusan Wiranto untuk kembali maju dan menawarkan diri mengabdi untuk Indonesia adalah tindakan yang cukup berani.

Bersama dengan Hary Tanoesoedibjo yang dari background politik masih diragukan kemampuannya, akankah Wiranto mendulang sukses pada pilpres 2014 ini? Hanya waktu yang akan menjawab.

Comment di sini