KNKT Selidiki Penyebab Kecelakaan KA Malabar

by
April 7th, 2014 at 10:16 am

Jakarta (CiriCara.com) – Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) masih menyelidiki penyebab kecelakaan KA Malabar. Seperti diketahui, kereta jurusan Bandung-Malang ini masuk ke jurang di Kampung Kerung, Mekarsari, Kecamatan Kadipaten, Tasikmalaya.

kecelakaan ka malabar

KA Malabar masuk jurang – Harianandalas

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari KNKT. Dari hasil penyelidikan sementara diketahui bahwa KA Malabar tergelincir dan masuk jurang sedalam 20 meter karena ada tanah longsor di bantalan rel.

Bambang menjelaskan, kondisi tanah di lokasi kecelakaan KA Malabar itu memang diketahui labil. Sehingga tanah tersebut mudah mengalami pergerakan atau bencana longsor, terutama saat diguyur hujan.

Lihat juga: Video KRL Tabrak Truk Tangki di Bintaro.

Sementara itu, menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Kundang Solihin, ada tiga titik lintasan rel kereta api yang berada di rawan bencana longsor. Ketiga titik tersebut adalah di Ciawi, Kadipaten, dan Manonjaya.

Bahkan, lanjut Solihin, secara keseluruhan ada 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya yang termasuk daerah rawan gerakan tanah dengan kategori sedang hingga tinggi. Potensi bencana longsor akan semakin besar terutama saat musim hujan.

“Kita akan koordinasi terus supaya kejadian serupa tidak terluang kembali,” ujar Solihin.

Seperti yang diberitakan, KA Malabar tergelincir karena terjadi longsor pada hari Jumat (4/4/2014) pukul 18.20 WIB. Akibatnya, gerbong lokomotif dan dua gerbong penumpang masuk ke dalam jurang. Tiga korban meninggal dunia, dua luka berat, dan 27 luka ringan.

Kondisi rel yang terputus membuat sejumlah jadwal keberangkatan kereta api lainnya terganggu. Menurut Kepala Humas PT KAI Daops II Bandung Zunerfin, jalur yang terputus tersebut baru bisa dilalui paling cepat 3 hari.

Saat ini petugas masih berusaha melakukan evakuasi terhadap gerbong KA Malabar yang masih berada di dalam jurang. “Bila berjalan lancar, proses pertama diselesaikan dalam waktu 1 hari,” ujar Zunerfin.

(YG)

Comment di sini