Cara Aman Berkendara Motor ala Pak Polisi

by
April 11th, 2014 at 4:54 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Jumlah pengendara sepeda motor di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Mulai dari para pekerja hingga ibu rumah tangga pun juga ikut mengendarai sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari.

tips aman mengendarai motor

Polisi mengendari motor – Ist

Bahkan, di kota-kota besar seperti di Jakarta, kerumunan pemotor sudah terlihat seperti semut saat kondisi jalan macet. Setiap kali ada lampu merah, pasti pemotorlah yang terlihat duluan. Sementara pengendara mobil pribadi menyusul di belakang.

Melihat semakin banyaknya pengendara motor, tentunya faktor keamanan dan keselamatan dalam berkendara pun harus ditingkatkan lagi. Kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal pada pengendara itu sendiri.

Berikut cara dan etika dalam berkendara seperti yang diungkapkan oleh Kompol Sugeng Budiono:

1. Kondisi fisik dan jiwa pengendara harus sehat. Biasakan untuk melakukan pemanasan sebelum melakukan perjalanan, terutama perjalanan jauh.

2. Pastikan motor dalam kondisi baik. Cek kesiapan kondisi mesin, ban, rem, dan juga lampu harus menyala. Selain itu, bawa juga surat-surat berkendara, seperti SIM dan STNK.

3. Pakai helm full face atau helm standar (SNI), baik pengendara maupun pembonceng. Disarankan memakai kacamata dengan Ultra Violet agar tidak silau saat berkendara.

4. Bawa selalu, jas hujan, jaket, sepatu, body protector, sarung tangan, dan kacamata. Hal ini berguna saat cuaca tiba-tiba berubah jadi hujan ataupun panas.

bocah sd ditilang

Bocah SD ditilang polisi – detik.com

5. Bagi pembonceng wanita sebaiknya jangan duduk menyamping, tapi harus duduk menghadap ke depan seperti pembonceng pria. Karenanya, disarankan memakai celana.

6. Pastikan lalu lintas sudah aman atau kosong jika ingin menyeberang. Tidak ada salahnya jika berhenti sejenak di sisi kiri untuk melihat kondisi lalu lintas di sekitar.

7. Perjalanan di kota hanya boleh ditempuh dengan kecepatan maksimal 60 km/jam. Jangan berjalan zig-zag ataupun memotong jalan saat menyalip, apalagi saat membonceng balita atau orangtua.

8. Patuhi rambu-rambu dan etika dalam berlalu lintas. Nyalakan lampu utama pada siang hari dan gunakan jalur jalan paling kiri.

9. Selalu awali dengan doa untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Kalau bisa dicegah kenapa tidak? Disiplin berlalu lintas bukan hanya untuk petugas kepolisian tetap milik kita semua agar selamat sampai tujuan,” ujar Sugeng.

(YG)

Comment di sini