Beredar Video Ganjar Marahi Petugas Jembatan Timbang

by
April 29th, 2014 at 9:04 am

Semarang (CiriCara.com) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo marah besar saat melakukan sidak di jembatan timbang di Subah, Batang, Minggu (27/4/2014) malam lalu. Ganjar marah karena mendapati adanya pungutan liar (Pungli) yang dilakukan petugas jembatan timbang tersebut.

ganjar pranowo

Ganjar Pranowo berbicara dengan petugas Jembatan Timbang di Subah, Youtube

Setelah ramai diberitakan media, video kemarahan Ganjar tersebut pun kini muncul di Youtube. Dalam video berdurasi 4 menit 6 detik itu, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut terlihat berbicara ke petugas di kantor jembatan timbang.

Ganjar sengaja melakukan inspeksi mendadak (sidak) karena kebetulan melewati kantor jembatan timbang di Subah, saat dalam perjalanan pulang ke Semarang setelah tugas dinas di Banyumas, Cilacap, dan Tegal. Di sana ia bertanya kepada petugas soal mekanisme kerja.

Namun, Ganjar langsung curiga saat melihat seorang kernet truk berjalan menuju kantor sambil menggenggam uang. Ganjar yang membuntuti kernet tersebut pun langsung menanyainya, uang tersebut untuk siapa. Pasalnya, kernet itu hanya meletakkan uang di meja petugas dan tidak meminta bukti struk denda atas pelanggaran muatan.

“Buat siapa itu? He? Buat siapa?” tanya Ganjar dengan nada tinggi ke petugas dan juga kernet truk tersebut.

Ganjar kemudian membuka laci di salah satu meja petugas dan mendapati dua amplop berisi uang. Ganjar pun langsung murka dan membanting amplop tersebut. Dengan nada tinggi, ia pun memerintah semua laci di kantor jembatan timbang itu untuk dibuka.

“Buka semua laci! Apa kayak gini ini? Hah? Apa ini?” ucap Ganjar.

Menurut Ganjar, uang pungli itu tidak masuk ke kas Pemda Jawa Tengah tapi masuk ke saku petugas jembatan timbang. Padahal Pemda harus mengeluarkan banyak biaya untuk memperbaiki jalan yang cepat rusak karena banyak truk yang melebihi muatan.

“Setahun dengan pendapatan Rp 50 miliar atau Rp 30 miliar tapi kerusakan (jalan) bisa Rp 300 miliar,” tutur Ganjar.

Seperti diketahui, dalam sidak tersebut, Ganjar melihat sendiri para kernet dan supir truk yang melebihi batas muatan memberikan uang Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu ke petugas tanpa bukti struk. Padahal, denda resmi tertinggi pelanggaran muatan itu adalah Rp 60 ribu.

Meski sempat berbelit-belit saat ditanya, akhirnya petugas pun mengakui bahwa tiap anggota sift memperoleh “jatah” berbeda-beda, ada yang mencapai Rp 250 ribu.

Berikut video kemarahan Ganjar Pranowo yang beredar di Youtube:

(YG)

Comment di sini