Cara Mengatasi Fenomena Gadis Cabe-Cabean

by
April 29th, 2014 at 11:17 am

CiriCara.com – Fenomena gadis cabe-cabean belakangan ini kian menjadi tren baru di kalangan para remaja khususnya di kota-kota besar, seperti Jakarta. Istilah cabe-cabean kian populer dan menggeser istilah-istilah gaul pendahulunya seperti alay, lebay, dan jablay.

cewek cabe-cabean

Gadis cabe-cabean – Ist/Kaskus

Maraknya gadis cabe-cabean tentu membuat para orangtua jadi khawatir. Pasalnya, perilaku mereka sering mengarah ke hal-hal yang negatif. Mulai dari kebut-kebutan, tampil seksi, dan ada beberapa di antaranya yang merokok, konsumsi drugs, dan minuman alkohol.

Perilaku negatif itu tidak hanya berakibat buruk pada si gadis itu sendiri, namun juga nama baik keluarga. Untuk itu, Anda sebagai orangtua harus bisa mendidik dan mengawasi anak Anda dengan baik, jangan sampai dia menjadi gadis cabe-cabean.

Berikut cara mengatasi gadis cabe-cabean:

1. Komunikasi orangtua

Orangtua sebaiknya tidak langsung melarang jika anak gadisnya pamit pergi bersama teman-temannya. Karena beberapa anak akan semakin frontal dan melawan jika terus-terusan dilarang. Lebih baik berbicara dengan anak secara halus dan berikan dia pengertian.

2. Kedisiplinan

Tetapkan waktu kapan anak harus belajar dan bermain, tetapkan juga batas waktu jam malam. Jika dia melanggar, Anda bisa menghukumnya namun tidak boleh pakai kekerasan. Hukuman berupa pemotongan uang jajan sudah cukup membuat anak jera. Jangan lupa juga untuk terus menasehati anak agar dia tidak melakukan kesalahannya lagi.

3. Pantau pergaulan anak

Cari tahu dengan siapa saja anak Anda bergaul. Biarkan anak mengajak teman-temannya main ke rumah agar Anda bisa mengetahui seperti apa teman-teman dari anak Anda itu. Ingat! Pengaruh buruk juga bisa muncul dari pergaulan anak.

4. Perhatian dan kepedulian

Anak yang kurang perhatian dari orangtuanya biasanya akan berperilaku negatif. Perhatian kecil seperti menanyakan aktivitasnya di sekolah bisa mendekatkan hubungan orangtua dengan anak. Anak pun jadi tidak segan untuk bercerita saat ada masalah. Dengan demikian dia tidak akan mencari kesenangan sendiri di luar rumah.

cabe-cabean

Ilustrasi cabe-cabean – Ist

5. Keluarga yang baik

Kondisi keluarga juga bisa berpengaruh pada sikap anak. Jika anak sering melihat atau mendengar ayah dan ibunya bertengkar, maka dia akan menjadi stres. Akibatnya, dia pun akan mencari pelampiasan di luar, termasuk menjadi gadis cabe-cabean.

Untuk itu, sangat penting menjaga hubungan baik antar anggota keluarga. Jika ingin bertengkar, sebaiknya pilih waktu yang tepat agar anak tidak merasa tertekan mendengar pertengkaran Anda dengan pasangan.

Awasilah anak Anda dengan baik agar dia tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif. Seperti yang diketahui, sifat remaja itu memang masih labil dan cenderung ingin ikut-ikutan.

(YG)

Comment di sini