Spesifikasi Bus Scania, Calon Transjakarta Baru

by
May 9th, 2014 at 4:20 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kabarnya tengah melirik salah satu bus yang dianggap cocok untuk menjadi armada baru di Transjakarta. Bus yang dimaksud adalah bus Scania, buatan Swedia yang diklaim lebih berkualitas dari bus Transjakarta buatan China yang belakangan diketahui sudah karatan.

bus scania

Bus Scania uji coba di Jakarta – Ist

PT United Tractors (UT) sudah mendatangkan bus Scania untuk uji coba pada Kamis (8/5/2014) kemarin di Monas. Bus buatan Swedia dengan badan rakitan lokal seharga Rp 5,8 miliar per unit itu pun membuat Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkesima.

Menurut Direktur UT Loudy I. Ellias, secara umum bus Scania itu jauh lebih ramah lingkungan karena sudah berstandar emisi EURO6. Karenanya, konsumsi bahan bakan bus tersebut pun lebih efisien. Seperti diketahui, bus Scania ini menggunakan bahan bakar gas.

Bus Scania memiliki mesin gas tipe OC09 102 bertenaga 340 PS. Kadar NOx (nitrogen oksida) yang dikeluarkan bus gandeng ini pun diklaim lebih rendah hingga 87,5 persen jika dibandingkan dengan kadar NOx pada bus EURO3. Tak heran jika bus Scania disebut sebagai bus ramah lingkungan.

Soal kualitas, Scania memang tidak diragukan lagi. Perusahaan asal Swedia itu terkenal dengan produksi truk dan bus yang memiliki daya tahan lama. Untuk bus Scania calon Transjakarta sendiri diklaim bisa bertahan hingga lebih dari 10 tahun karena sebagian besar bodinya menggunakan bahan aluminium yang anti korosi.

Fitur keamanan dan kenyamanan:

- Sistem Electronic Brake System (EBS). Dengan teknologi ini, pengereman bus Scania akan lebih maksimal dibanding sistem konvensional.

- Antilock Brake System (ABS). Bus Scania juga dilengkapi dengan sistem ABS untuk pengeremannya. Dengan perpaduan EBS dan ABS, bus Scania diklaim mampu menghadirkan performa rema yang handal.

bus transjakarta buatan china

Bus Transjakarta buatan China – Ist

- Bus Scania juga dilengkapi dengan fitur hill hold. Dengan adanya fitur ini, saat berhenti di tanjakan bus tidak akan mengalami roll back (mundur sesaat) ketika melepas rem, sehingga risiko kecelakaan itu bisa berkurang.

- Bus Scania menggunakan suspensi udara yang dikendalikan secara elektronik. Dengan adanya fitur ini, bus Scania akan memberikan kenyamanan ekstra bagi para penumpangnya. Bahkan, Wagub Ahok pun sempat menyebut naik bus Scania serasa naik mobil mewah.

Meskipun demikian, hingga saat ini Pemprov DKI masih belum memberikan keputusan. Apakah Pemprov DKI akan tetap bertahan dengan bus Transjakarta buatan China (Rp 3,2 miliar) atau beralih ke bus baru buatan Scania.

Bagaimana menurut Anda?

(YG)

Comment di sini